
Golkar Dekati Kalangan Muda untuk Hadapi Pemilu 2029
Share your love
LKI Golkar – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan akan mendekati kalangan milenial dan generasi muda dalam menghadapi kontestasi politik ke depan, termasuk Pemilu 2029.
“Kalau kita bicara pemilu, usia 17 sampai 50 tahun itu sekitar 73 persen. Artinya, mau tidak mau kita harus mendekatkan diri kepada generasi-generasi ini,” ujarnya usai mengikuti Pelantikan pengurus DPD II Partai Golkar se-Jawa Timur, di Surabaya, Minggu.
Bahlil menuturkan, strategi Golkar bukan sekadar menyasar generasi muda sebagai objek kampanye, melainkan mengajak mereka terlibat aktif dalam proses politik dan kepemimpinan partai.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah memberikan ruang yang lebih luas bagi kader muda untuk tampil dan menduduki posisi strategis.
“Caranya bagaimana? Kita harus ajak mereka, dan kita juga harus memberikan ruang yang cukup untuk promosi kader. Generasi muda ini di Partai Golkar banyak,” katanya.
Ia mencontohkan, sejumlah kader muda Golkar telah dipercaya menduduki jabatan penting di pemerintahan maupun parlemen.
Di antaranya terdapat wakil menteri yang berusia 32 tahun, pimpinan komisi di DPR yang berusia di bawah 40 tahun, serta sejumlah anggota DPR dari kalangan muda.
“Partai Golkar itu sekarang partai yang inklusif. Dari dulu memang inklusif, tapi sekarang lebih proporsional dalam memberikan ruang bagi anak muda,” tuturnya.
Selain fokus pada generasi muda, Golkar juga menaruh perhatian pada keterwakilan perempuan dalam struktur politik.
Bahlil menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi yang mengamanatkan 30 persen keterwakilan perempuan dalam alat kelengkapan dewan.
Ia menyebut partainya tidak hanya menempatkan kader perempuan di posisi pimpinan komisi, tetapi juga mendorong mereka menduduki jabatan strategis di tingkat pimpinan DPR.


