
Gerak Cepat Sikapi Banjir, Pemkot Cilegon Lakukan Evaluasi Bersama Sejumlah Pihak
Share your love
LKI Golkar – Menyikapi persoalan banjir di Kota Cilegon pada akhir pekan kemarin, Pemkot Cilegon bergerak cepat dengan menggelar rapat evaluasi bersama sejumlah pihak di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Senin (9/3).
Selain jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, rapat yang dipimpin Wali Kota Cilegon Robinsar dan didampingi Plt Sekda Kota Cilegon Aziz Setia Ade Putra tersebut juga dihadiri oleh bersama PT Marga Mandala Sakti (MMS), Balai Pemelihara Jalan Nasional (BPJN) dan PT Krakatau Steel.
Wali Kota Cilegon Robinsar menjelaskan, salah satu hal yang menjadi sorotan adalah kondisi jalur air dari hulu ke hilir.
Gorong-gorong jalan Tol Tangerang-Merak dinilai menjadi penyebab banjir karena sempit sehingga menghambat aliran air yang deras dan meluap ke permukiman masyarakat.
Hal tersebut terungkap usai Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melaksanakan rapat evaluasi banjir Ditemui usai rapat, Wali Kota Cilegon Robinsar menjelaskan, selain karena cuaca ekstrem, banjir disebabkan karena adanya penyempitan jalur air yaitu pada akses tol Tangerang Merak.
“Sekarang gorong-gorong Cuma dua lubang, satu lubangnya sekira 1,8 meter, sedangkan air dari mana-mana,” ujar Robinsar.
Karena itu, Robinsar meminta pihak MMS untuk memperlebar gorong-gorong atau menambah jumlah gorong-gorong agar aliran air bisa lancar.
Politis Partai Golkar itu menilai pelebaran atau penambahan gorong-gorong sangat diperlukan agar upaya penanganan banjir lainnya tidak sia-sia.
“Kita ingin melebarkan sungai, tapi kalau di bagian tol itu masih sempit percuma, nanti airnya luber lagi, jadi harus semuanya,” tutur Robinsar.
Hal senada disampaikan oleh Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Aziz Setia Ade Putra. Pemkot Cilegon mendesak agar MMS untuk segera menindaklanjuti usulan tersebut.
“Kita akan bersurat ke pihak terkait agar segera ditindaklanjuti,” ujar Aziz.
Dikatakan Aziz, Pemkot Cilegon pun akan meningkatkan dimensi sungai untuk mengatisipasi persoalan banjir di kemudian hari. Selain itu, pembuatan biopori di sejumlah titik pun akan dilakukan.



