Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Firman Soebagyo Dorong Setop Impor, Perkuat Hilirisasi Hortikultura Nasional – lkipartaigolkar

Firman Soebagyo Dorong Setop Impor, Perkuat Hilirisasi Hortikultura Nasional

Share your love

LKI Golkar – Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, mendorong pemerintah untuk berani menghentikan impor sejumlah komoditas hortikultura serta memperkuat hilirisasi sektor pertanian nasional agar produk lokal mampu bersaing di pasar modern.

Hal tersebut disampaikan Firman dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI bersama para pemangku kepentingan di Kebun Benih Hortikultura Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis 22 Januari 2026.

Firman menilai, komoditas hortikultura nasional seperti durian, bawang putih, singkong, ubi jalar, hingga cabai memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk impor. Namun, lemahnya jaringan pemasaran dan minimnya branding membuat produk lokal sulit menembus pasar modern yang selama ini didominasi komoditas luar negeri.

“Kualitas produk hortikultura kita sebenarnya sangat baik. Persoalannya bukan pada produksi, tetapi pada jaringan pasar dan branding yang masih lemah,” ujar Firman saat diwawancarai Parlementaria usai pertemuan.

Ia mencontohkan durian lokal di Karanganyar yang dinilainya memiliki kualitas unggul dan potensi besar, namun belum mampu bersaing secara optimal karena tidak didukung akses pasar modern dan penguatan merek.

“Di Karanganyar ini, duriannya berkualitas dan punya potensi besar. Tapi tanpa jaringan pasar modern dan branding yang kuat, tentu sulit bersaing,” tegas legislator Fraksi Partai Golkar tersebut.

Menurut Firman, perhatian pemerintah ke depan harus difokuskan pada penguatan hilirisasi sektor pertanian, tidak hanya berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga menyentuh aspek pemasaran, branding, serta pemanfaatan teknologi pendukung bagi petani.

“Yang harus disentuh itu justru hilirnya. Mulai dari membangun hilirisasi pertanian, memperkuat branding, membentuk jaringan pasar, sampai menghadirkan teknologi yang dapat mendampingi petani,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Firman meminta pemerintah berani mengambil kebijakan strategis, termasuk penghentian impor pada komoditas tertentu, guna menciptakan keseimbangan antara produksi dan pemasaran dalam negeri.

“Kasih harga yang reasonable dan menguntungkan petani, kemudian produksi kita genjot, impor dihentikan. Komoditas lain juga begitu. Kita harus meniru atau mengadopsi keberhasilan swasembada beras,” pungkasnya.

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *