Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Dave Laksono: Penanganan Bencana Aceh Harus Diutamakan, Jangan Terhambat Gesekan di Lapangan – lkipartaigolkar

Dave Laksono: Penanganan Bencana Aceh Harus Diutamakan, Jangan Terhambat Gesekan di Lapangan

Share your love

LKI Golkar – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menegaskan bahwa penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Aceh harus menjadi prioritas utama semua pihak.

Ia meminta masyarakat maupun aparat keamanan menahan diri agar tidak terjadi gesekan yang berpotensi menghambat upaya kemanusiaan di tengah situasi darurat.


Dave menyayangkan insiden penertiban pengibaran bendera bulan bintang yang identik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), karena terjadi saat masyarakat Aceh sedang membutuhkan solidaritas dan bantuan nyata.


“Dalam kondisi bencana, yang paling utama adalah keselamatan warga dan kelancaran distribusi bantuan. Jangan sampai perbedaan ekspresi di lapangan justru mengalihkan fokus dari misi kemanusiaan,” ujar Dave, dikutip dari Antara, Sabtu (27/12/2025).


Ia memahami niat baik sebagian masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan kepada korban banjir dan longsor, sekaligus menyuarakan harapan agar penanganan bencana mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat. Namun, Dave mengingatkan bahwa cara penyampaian aspirasi harus tetap mengedepankan ketertiban dan rasa saling menghormati.


Menurutnya, bencana alam seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan solidaritas, bukan sebaliknya. Oleh karena itu, komunikasi yang baik antara masyarakat, aparat keamanan, serta pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar bantuan dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran.

“Situasi darurat menuntut kerja sama semua pihak. Pemerintah pusat dan daerah perlu terus berkoordinasi, sementara masyarakat diharapkan tetap menjaga suasana kondusif agar proses pemulihan berjalan optimal,” katanya.


Dave menegaskan bahwa perbedaan pandangan politik sebaiknya tidak mencuat di tengah kondisi darurat. Menurutnya, mekanisme penyaluran aspirasi sudah tersedia dan dapat digunakan tanpa mengorbankan kepentingan kemanusiaan.


“Mari kita jadikan penanganan bencana sebagai kepentingan bersama. Kemanusiaan harus ditempatkan di atas segalanya,” ujarnya.


Sebelumnya, insiden pembubaran iring-iringan massa di Lhokseumawe yang hendak mengantar bantuan ke Aceh Tamiang sempat memicu perhatian publik setelah videonya beredar di media sosial. Massa tersebut diketahui mengibarkan bendera bulan bintang, yang kemudian ditertibkan oleh aparat.


Menanggapi hal itu, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan bahwa langkah aparat dilakukan untuk menjaga ketertiban umum di tengah situasi pemulihan pascabencana. Ia menilai narasi yang beredar di media sosial berpotensi mengaburkan fakta di lapangan dan mengganggu kepercayaan publik.


Menurut Freddy, aksi konvoi dan pengibaran simbol yang sensitif berpotensi memancing reaksi masyarakat dan menghambat fokus utama, yakni penyaluran bantuan serta pemulihan korban bencana.

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *