Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Bupati Nagan Raya Minta Pemprov Kerahkan Tim Ahli Untuk Teliti Gelembung Gas – lkipartaigolkar

Bupati Nagan Raya Minta Pemprov Kerahkan Tim Ahli Untuk Teliti Gelembung Gas

Share your love

LKI Golkar – Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh segera menurunkan tim ahli atau pakar untuk meneliti gelembung gas yang muncul pasca banjir di tepian Sungai Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur.

“Dari hasil yang dilihat dari teman – teman Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), untuk kesimpulan sementara ini adalah semacam gas rawa dan tidak ada unsur berbahaya atau H2S,” kata Raja Keumangan, Rabu (7/1/2025).

Meskipun demikian kata Raja Keumangan, dia meminta agar lokasi gelembung gas itu dijaga dan tidak sembarangan orang yang masuk ke lokasi, karena hingga saat ini gas masih terus keluar dari sejumlah titik di wilayah tersebut. 

“Untuk selanjutnya tentu kita berharap juga Pemerintah Aceh akan menurunkan tim pakar atau ahli dibidang ini untuk meneliti lebih lanjut apakah gas ini bernilai ekonomis untuk dikembangkan ke depan,” katanya.

Sebelumnya, BPMA) bersama dengan Dinas ESDM Aceh meninjau langsung kondisi gelembung gas di tepian Sungai Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya.

Kepala BPMA, Nasri Djalal mengatakan, pihaknya bersama Dinas ESDM Aceh telah meninjau langsung ke lokasi gelembung gas di Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya pada Selasa (6/1/2026) kemarin.

“Kita sudah meninjau ke lokasi dan kita sudah melihat, kemungkinan dugaan sementara ini adalah gas rawa, namun kita akan melihat pelamparannya sejauh mana karena dari informasi pak Keuchik ada lebih dari 20 titik (gelembung gas di wilayah tersebut),” kata Nasri, Rabu (7/1/2026).

Berdasarkan hasil pengecekan menggunakan multi gas detector yang mereka lakukan kata Nasri, tidak terdapat adanya kandungan berbahaya Hidrogen Sulfida atau H2S pada gelembung gas tersebut.

“Tapi ini akan segera kita tindak lanjuti untuk memeriksa secara menyeluruh apakah pelamparan ini benar merupakan gas rawa atau memang ada potensi gas disini. Tapi saran kita kepada masyarakat agar sementara ini tidak menjadi tempat umum sebelum adanya penelitian lebih lanjut,” katanya.

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *