
ASN Kerja Tidak Maksimal, Wali Kota Tegaskan Pemotongan TPP
Share your love
LKI Golkar – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memberikan teguran keras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) apabila kinerjanya tidak maksimal, di mana akan ada pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Menurut Neni, hal tersebut sangat perlu disampaikan secara terbuka agar seluruh pegawai dapat menjalankan tugasnya dengan maksimal. Sebab TPP bukanlah hak yang diterima pegawai secara otomatis setiap bulannya, melainkan salah satu bentuk apresiasi atas kinerja dengan rasa tanggung jawab.
“Jadi saya ingatkan kalau TPP tidak mau dipotong, bekerjalah dengan maksimal, penuh rasa tanggung jawab jangan setengah-setengah,” ucapnya, Selasa (20/1/2026).
Selain itu, Neni menjelaskan penilaian kinerja pada ASN dilakukan secara objektif. Tidak lagi sekedar laporan administrasi saja. Mulai dari kehadiran, bahkan pencapaian kinerja di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Jadi ada poin ada koin, kerja sesuai target. Apabila tidak mau ada pemotongan. Walaupun anggaran kita rendah biar wali kota dan DPR yang mencari dananya,” sebutnya.



