
Agun Gunandjar Sudarsa Kepada Kader SOKSI: Kita Miliki Nilai dari Cara Berpikir hingga Diwujudkan dalam Tindakan Nyata dan Karya di Masyarakat
Share your love
LKI Golkar – Wakil Ketua BAM DPR RI sekaligus Wakil Ketua Depinas SOKSI Dr. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.IP., M.Si menyampaikan, SOKSI yang berdiri 20 Mei 1960 lalu atas gagasan Mayjen TNI (Purn.) Suhardiman. Di mana SOKSI lahir dengan ideologi Pancasila dan memiliki peran historis sebagai salah satu pendiri Sekretariat Bersama Golkar pada 1964.
Sejak itu, SOKSI diposisikan sebagai organisasi yang menyalurkan aspirasi politik sekaligus mencetak kader bangsa. Mengingat kader SOKSI sangat mumpunj dengan pemahaman berbangsa dan bernegara.
“Kader SOKSI harus memiliki nilai, mulai dari cara berpikir, pandangan, pemahaman, hingga diwujudkan dalam tindakan nyata dan karya di tengah masyarakat,” kata Agun di hadapan Ratusan peserta dari kader Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kabupaten Ciamis mengikuti Pendidikan Politik (Dikpol) yang digelar di Aula Wisata Jinzu, Cisaga, Rabu (7/1/2026).
“Melalui kegiatan ini, SOKSI Ciamis menegaskan komitmennya untuk terus mencetak kader berkualitas yang tidak hanya siap secara politik, tetapi juga berdaya saing dan berkontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa,” sambung Agun.
Saat itu, Agun memberikan pembekalan strategis kepada peserta. Dikpol kali ini mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kader SOKSI untuk Pemenangan Pemilu 2029”.
Sebagai informasi, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan kapasitas kader dalam menghadapi agenda politik nasional ke depan, termasuk Pemilu 2029.
Agun memberikan pembekalan strategis kepada peserta. Dikpol kali ini mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kader SOKSI untuk Pemenangan Pemilu 2029”.
Lebih lanjut, Agun menekankan pentingnya pemahaman ideologis dan nilai dasar organisasi. Ia mengulas secara mendalam Empat Pilar Kebangsaan serta Doktrin Karyawanisme sebagai fondasi kader SOKSI dalam berkiprah sebagai insan karya dan masyarakat karya.
Ia berharap, pendidikan politik ini tidak berhenti pada tataran teori, tetapi mampu membentuk kader yang menjunjung tinggi nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan kerakyatan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Agun menegaskan bahwa kader SOKSI dituntut menjadi pelopor dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan sekaligus memperkuat peran sosial dan ekonomi masyarakat. Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—disebutnya sebagai landasan utama dalam menjawab persoalan sosial serta menjaga stabilitas bangsa di tengah tantangan global tahun 2026 dan seterusnya.
Selain penguatan ideologi, peserta Dikpol juga dibekali wawasan tentang kemandirian ekonomi dan kepemudaan. Ia menilai penting agar kader SOKSI mampu beradaptasi dengan iklim ekonomi yang semakin kompetitif dan berkontribusi langsung pada pembangunan bangsa.
“Ke depan, kader tidak hanya dituntut paham politik, tetapi juga aktif menyerap aspirasi dan hadir memberikan solusi bagi masyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Depicab SOKSI Kabupaten Ciamis, Uus Jayusman, menyebut Dikpol sebagai bagian penting dari proses kaderisasi organisasi. Menurutnya, pendidikan politik menjadi sarana mencetak kader yang patriotis, nasionalis, dan memiliki militansi tinggi.
“SOKSI adalah pilar kekuatan Partai Golkar. Kadernya harus memiliki pengetahuan politik yang kuat dan semangat juang tinggi. Golkar adalah partai kader, dan Dikpol menjadi salah satu syarat penting untuk menyiapkan kader petarung yang siap memenangkan Pemilu,” tuturnya.



