
Ace Hasan Ingatkan Ancaman Global, Pemimpin Tak Boleh Reaktif
Share your love
LKI Golkar – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas RI) Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa ketidakpastian geopolitik global menuntut hadirnya pemimpin nasional yang negarawan, adaptif, dan konsisten berpihak pada kepentingan bangsa yang lebih besar.
Ace mengatakan, dunia saat ini berada dalam situasi penuh tekanan akibat eskalasi konflik di berbagai kawasan, perang dagang, agresivitas kebijakan luar negeri, serta ketidakpastian ekonomi global yang berdampak langsung pada stabilitas nasional.
“Pemimpin bangsa tidak boleh reaktif dan terjebak pada kepentingan jangka pendek. Yang dibutuhkan adalah kepemimpinan negarawan, berwawasan global, dan mampu menerjemahkan dinamika internasional menjadi kebijakan nasional yang melindungi rakyat,” kata Ace Hasan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar itu dalam keterangannya, Rabu (28/1/2025).
Menurut Ace, Lemhannas RI memandang setidaknya terdapat lima karakter utama kepemimpinan nasional yang relevan dengan kondisi global saat ini.
Pertama, kepemimpinan yang berlandaskan nilai kebangsaan dan kepentingan jangka panjang negara. Kedua, wawasan global yang kuat, terutama dalam memahami geopolitik dan dampaknya terhadap ketahanan nasional.
Ketiga, pemimpin dituntut memiliki kemampuan solutif dan strategis dalam merespons tantangan konkret, mulai dari isu energi, pangan, hingga industri nasional.
Keempat, keberanian untuk menegaskan dan menjaga kepentingan nasional serta kedaulatan negara di tengah arus globalisasi. Kelima, kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ace menambahkan, penguatan karakter kepemimpinan tersebut selaras dengan arah pembangunan nasional dan visi besar menuju Indonesia Emas 2045.
Lemhannas RI, kata dia, terus berperan sebagai laboratorium gagasan kebangsaan dalam menyiapkan kader-kader pemimpin strategis bangsa.
“Ketahanan nasional bukan hanya soal pertahanan fisik, tetapi juga ketangguhan kepemimpinan dalam membaca zaman dan mengambil keputusan yang berpihak pada masa depan bangsa,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga negara, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar Indonesia mampu menghadapi gejolak global secara bermartabat dan berdaulat.



