
Prabowo Panggil Bahlil, Bahas Harga “Crude” BBM dan Skema Bagi Hasil Sektor Tambang
Share your love
LKI Golkar – Presiden RI Prabowo Subianto memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Prabowo dan Bahlil membahas mengenai harga minyak mentah dunia atau crude untuk bahan bakar minyak (BBM).
“Tadi saya kebetulan dipanggil oleh Bapak Presiden untuk membahas beberapa perkembangan, termasuk di dalamnya adalah harga crude BBM terhadap ICP,” ujar Bahlil di Istana, Selasa.
Kemudian, Prabowo dan Bahlil juga membahas rencana penataan sektor pertambangan. Bahlil menyebut, ke depannya, negara ingin memiliki banyak wilayah tambang sebagai implementasi Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33.
“Khususnya pertambangan-pertambangan baik yang lama maupun yang baru itu nanti akan kita mencoba untuk mengoptimalkan pendapatan negaranya secara maksimal,” jelasnya.
Bahlil memaparkan, nantinya, penataan yang dimaksud dilakukan dengan perubahan cara pembagian hasil. Dia pun mencontohkan pembagian hasil daripada pengelolaan migas di Indonesia selama ini.
“Migas kita itu kan ada cost recovery, ada gross split, mungkin pola-pola itu yang akan coba kita exercise untuk kita bangun untuk bisa melakukan kerja sama dengan pihak swasta,” kata Bahlil.
Sementara itu, Bahlil membeberkan pemerintah juga akan tetap memberikan izin atau konsesi kepada pihak swasta/badan usaha untuk mengelola sumber daya alam itu.
Hanya saja, nantinya ada tambahan instrumen yang diberikan supaya pemerintah bisa mengoptimalkan penerimaan negara.
“Tetap konsesi, tetapi kita akan mengoptimalkan untuk pendapatan agar seimbanglah dengan negara, dan negara harusnya kan mendapatkan porsi yang lebih besar,” imbuhnya.



