Enter your email address below and subscribe to our newsletter

10 Bulan Usai Dikunjungi Bahlil, Pembangunan Asrama Putra Mu’allimin Tinggal Finishing – lkipartaigolkar

10 Bulan Usai Dikunjungi Bahlil, Pembangunan Asrama Putra Mu’allimin Tinggal Finishing

Share your love

LKI Golkar – Sepuluh bulan setelah kunjungan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, pembangunan asrama putra Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, kini hampir tuntas dan siap ditempati pada tahun ajaran baru.

Kabar progres pembangunan itu terungkap saat Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati meninjau langsung lokasi pembangunan asrama putra untuk memastikan proyek berjalan sesuai komitmen awal.

Menurut Sari, sekitar 10 bulan lalu Bahlil datang ke Pesantren Mu’allimin setelah menerima permohonan pembangunan asrama putra dari pihak Muhammadiyah. Dalam kesempatan itu, pemerintah menyatakan dukungan dengan target penyelesaian selama satu tahun.

Namun, realisasi di lapangan bergerak lebih cepat dari target. “Alhamdulillah, dalam waktu 10 bulan progresnya sudah bisa dilihat, sudah siap ditempati. Tinggal beberapa pembersihan dan diharapkan tahun ajaran baru nanti para santri sudah bisa menempatinya,” ujar Sari dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).

Janji Bahlil Kini Hampir Terwujud

Dalam kunjungannya, Sari meninjau bangunan utama, kamar santri, toilet, hingga fasilitas penunjang lainnya. Secara umum, konstruksi disebut hampir selesai dan kini memasuki tahap akhir penyempurnaan.

Tahap finishing itu meliputi pembersihan area, penataan fasilitas, serta persiapan teknis sebelum asrama resmi digunakan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengunjungi Kampus Terpadu Muallimin Muhammadiyah di Sedayu, Bantul, dalam agenda Safari Ramadan,  pada 10 Maret 2025.

Saat itu, Bahlil datang bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan bertemu jajaran pimpinan sekolah serta pimpinan Muhammadiyah DIY.

Dalam kunjungan tersebut, ia secara terbuka menyatakan komitmennya membantu pembangunan satu asrama bagi siswa Mu’allimin.

“Untuk permintaan khusus dari Ketua Pengelolaan Sekolah, saya tunggu rancangannya. Kami akan membangun satu asrama bagi siswa. Ini Ketua Umum Golkar, bukan sekadar janji,” ujar Bahlil kala itu.

Pernyataan tersebut kini menemukan bentuk konkretnya. Dalam kurun sekitar 10 bulan, bangunan asrama yang dijanjikan itu telah berdiri dan hampir siap ditempati santri pada tahun ajaran baru.

Lebih dari Sekadar Bangunan

Bagi Mu’allimin Muhammadiyah, keberadaan asrama bukan semata tambahan fasilitas fisik. Sistem pendidikan berasrama merupakan bagian penting dari model kaderisasi yang selama ini menjadi ciri khas lembaga tersebut—membentuk disiplin, karakter, kepemimpinan, sekaligus tradisi intelektual santri.

Mu’allimin sendiri dikenal sebagai salah satu sekolah kader utama Muhammadiyah yang melahirkan banyak tokoh nasional, ulama, akademisi, hingga pimpinan Persyarikatan. Karena itu, pembangunan asrama baru dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi penguatan ekosistem pendidikan kader.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *