Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Gubernur Resmikan Program Pengelolaan Pupuk Kompos Warga Binaan – lkipartaigolkar

Gubernur Resmikan Program Pengelolaan Pupuk Kompos Warga Binaan

Share your love

LKI Golkar – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani bersama Kepala Lapas Kelas IIA PangkalpinangSugeng Indrawan dan instansi terkait meresmikan program pengelolaan pupuk kompos Lapas Kelas II A Pangkalpinang, Kamis (26/3).

Hidayat Arsani memastikan akan mendukung berbagai kegiatan positif termasuk program pengelolaan pupuk kompos ini. “Ini pekerjaan yang mulia memberikan aktivitas kepada para warga binaan untuk menyiapkan pupuk. Kita pemerintah daerah bekerja sama dan apa yang kurang, akan kita bantu agar kegiatan ini jadi kegiatan yang positif,” ujar Hidayat Arsani.

Tak hanya menghadiri dan meresmikan program pengelolaan pupuk kompos, Hidayat Arsani juga menyerahkan bantuan berupa sumur bor untuk Lapas Kelas II A Pangkalpinang. Langkah tersebut dilakukan, sebagai komitmen Pemerintah Provinsi Bangka Belitung hadir untuk masyarakat.

“Ada bantuan sumur bor itu sumbangan jadi nyumbang air menurut hadist Al-Qur’an rezekinya tidak pernah terputus. Nyumbang air tidak sembarangan, banyak tukang bor di sini tidak ada air. Jadi mungkin ini niatnya baik, mudah-mudahan nanti bisa ada lagi. Termasuk mobil tangki, yang harus siaga,” jelasnya.

Kepala Lapas Kelas IIA PangkalpinangSugeng Indrawan mengatakan, pupuk kompos yang diproduksi Lapas Kelas II A Pangkalpinang, sepenuhnya dilakukan oleh para warga binaan. “Ini merupakan kegiatan kemandirian, agar suatu saat warga binaan bebas bisa jadi bekalnya untuk melanjutkan hidupnya,” ujar Sugeng Indrawan

Menurutnya, program pengolahan pupuk yang dijalankan turut menggandeng PLTU 3 Bangka, dalam pemanfaatan limbah non-B3 menjadi produk bernilai guna. “Alhamdulillah kompos dari Lapas Pangkalpinang sudah disebar di seluruh Pulau Bangka, mulai dari Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Induk dan Bangka Selatan,” tuturnya.

Lebih lanjut untuk kapasitas produksi pupuk kompos, diakui Sugeng Indrawan masih dalam skala kecil. “Untuk kapasitas produksi kami masih kecil karena manual, Insya Allah gubernur support ke depannya. Kapasitas sekitar 5-6 ton untuk per 2 minggu, jadi kami baru mengawali ini. Kami harap ada pengembangan, kami ingin ada peningkatan untuk kualitas dan menjaga mutu, sehingga membutuhkan kolaborasi dengan eksternal,” bebernya.

Sugeng menambahkan, untuk saat ini, pupuk kompos dari Lapas Kelas II A Pangkalpinang baru sebatas untuk pohon sawit saja. “Kompos saat ini bisa untuk sawit, Alhamdulillah hasil signifikan. Untuk pohon tahunan seperti durian dan alpukat ini, sedang berporses karena uji coba awal hanya untuk pohon sawit,” ungkapnya.

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *