
Komisi I DPR: Indonesia Harus Siaga Hadapi Eskalasi Konflik Timur Tengah
Share your love
LKI Golkar – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai pemerintah menunjukkan keseriusan dalam mengantisipasi dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, terutama terkait eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Situasi tersebut dinilai menuntut Indonesia untuk berada dalam posisi siaga, baik dari sisi ekonomi maupun keamanan nasional.
Hal itu diungkapkan Dave menyusul berbagai perkembangan geopolitik internasional yang berpotensi memengaruhi stabilitas global.
Dave memandang bahwa meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah dapat membawa dampak luas, termasuk terhadap stabilitas energi, perdagangan internasional, serta keamanan kawasan.
Menurut Dave, kondisi tersebut mengharuskan Indonesia menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar mampu menghadapi berbagai kemungkinan yang muncul dari dinamika global tersebut.
“Pernyataan pemerintah mencerminkan keseriusan dalam mengantisipasi dinamika geopolitik yang semakin kompleks. Indonesia perlu berada dalam posisi siaga menghadapi berbagai kemungkinan, baik dari aspek ekonomi maupun keamanan nasional,” ungkap Dave.
Salah satu perhatian utama yang disoroti adalah ketahanan energi dan pangan nasional.
Dave mengatakan gangguan pasokan minyak dan gas dunia akibat konflik berpotensi memengaruhi stabilitas harga energi di dalam negeri.
Selain itu, rantai distribusi pangan global juga dapat terdampak, sehingga perlu diantisipasi sejak dini.
Maka dari itu, Dave menegaskan ketersediaan dan keterjangkauan energi serta pangan bagi masyarakat dinilai menjadi langkah strategis untuk melindungi perekonomian nasional dari gejolak eksternal.
Dave menekankan pentingnya kesiapan di bidang pertahanan dan keamanan. Dave mengemukakan stabilitas nasional tidak dapat dilepaskan dari kesiapan sistem pertahanan negara dalam menghadapi berbagai potensi ancaman.
Kesiapan tersebut meliputi perlindungan terhadap infrastruktur vital nasional, penguatan sistem keamanan siber, hingga peningkatan diplomasi pertahanan yang aktif di tingkat internasional.
“Indonesia perlu menyiapkan diri atas segala kemungkinan, namun tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dan komitmen terhadap perdamaian dunia,” pungkas Dave.



