Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Bahlil Ungkap Sumatera Jadi Lokasi Alternatif Terbaik untuk Bangun Penyimpanan BBM – lkipartaigolkar

Bahlil Ungkap Sumatera Jadi Lokasi Alternatif Terbaik untuk Bangun Penyimpanan BBM

Share your love

LKI Golkar – Pemerintah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi untuk pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) bahan bakar minyak (BBM), menyusul perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kapasitas penyimpanan di dalam negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, salah satu lokasi alternatif terbaik berada di Sumatera. “Kita rencana salah satu alternatif terbaiknya (untuk pembangunan storage) ada di wilayah Sumatera,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).

Adapun perintah itu disampaikan Prabowo karena penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia hanya mencapai 25 hari.

Lewat pembangunan fasilitas penyimpanan, Indonesia dapat menampung cadangan energi nasional cukup hingga 90 hari alias tiga bulan.

Ia tidak memungkiri, selama ini, keterbatasan kapasitas penyimpanan menjadi salah satu tantangan yang harus segera diperbaiki.

Oleh karena itu, Presiden Prabowo memberikan arahan agar pemerintah segera membangun fasilitas penyimpanan baru guna memperkuat cadangan energi nasional.

“Jadi kita tidak bisa katakan lah, teman-teman menganggap harus Pak kita stok 60 hari. Mau isi taruh di mana? Kita tidak punya storage. Makanya sekarang arahan Bapak Presiden segera kita membangun storage. Jadi bukan kita tidak punya cadangan untuk mengisi minyak. Tapi sekarang mau taruh di mana?” lanjutnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, fasilitas diperlukan agar Indonesia jauh lebih tangguh terhadap dampak konflik global terhadap pasokan energi.

Pastikan cadangan BBM RI aman Di sisi lain ia memastikan pasokan energi nasional masih dalam kondisi aman hingga saat ini, meski eskalasi di Timur Tengah memanas sejak akhir pekan lalu.

“Kalau sampai dengan sekarang belum terganggu. Tapi ke depan kan pasti kalau perangnya lama pasti akan berdampak. Itu sudah pasti. Sampai dengan 1-2 bulan ke depan Insha Allah kita masih clear. Inshaallah tidak ada masalah,” tuturnya.

Pemerintah kata Bahlil, juga telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna mengantisipasi potensi gangguan pada jalur pasokan energi global.

Salah satunya dengan melakukan diversifikasi sumber impor minyak mentah.

“Jadi kalau menyangkut LPG nggak ada masalah. Jadi relative clear lah. Kalau menyangkut BBM yang kita impor kan tinggal bensin. Dan itu kita belinya di Asia Tenggara, tidak ada di Middle East. Jadi relatif Inshaallah clear,” pungkasnya.

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *