
Bahlil Sebut 70 Persen Impor LPG RI dari AS, Timur Tengah Mulai Dikurangi
Share your love
LKI Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkap, saat ini sebanyak 70 persen impor LPG Indonesia berasal dari Amerika Serikat, sementara hanya 30 persen dari kawasan Timur Tengah.
Hal itu ia ungkapkan usai rapat Dewan Energi Nasional (DEN), terkait eskalasi konflik geopolitik yang berdampak pada jalur distribusi energi global, termasuk penutupan Selat Hormuz akibat ketegangan antara Israel, Iran, dan Amerika Serikat.
“LPG kita impor 7,3 juta ton per tahun dan tahun ini dinaikkan menjadi 7,8 juta ton. 70 persennya sekarang kita ambil dari Amerika, 30 persennya dari Middle East,” kata Bahlil dikutip dari Breaking News Kompas TV.
Bahlil menyampaikan, dinamika di Timur Tengah membuat pemerintah memilih langkah mitigasi risiko dengan mengalihkan sebagian pasokan dari kawasan yang terdampak konflik.
“Melihat dinamika ketegangan di Timur Tengah, sebagian pasokan juga kita alihkan ke negara yang tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz supaya kita tidak mengambil risiko,” ujarnya.
Tak hanya LPG, Indonesia juga memiliki komitmen pembelian energi dari Amerika Serikat dalam jumlah besar.
“Salah satu komitmen kita adalah membeli BBM dan LPG di Amerika kurang lebih sekitar 15 miliar US dollar. Kalau harganya ekonomis dan win-win, kenapa tidak?” tutur mantan Menteri Investasi itu.
Namun, Bahlil memastikan langkah ini murni untuk menjaga keamanan pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian global.
“Arahan Bapak Presiden jelas, kita harus memastikan ketersediaan energi dalam negeri tetap aman,” tegasnya.



