
Program 3 Juta Rumah, Sari Yuliati Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Hunian Layak
Share your love
LKI Golkar – Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, mendorong penguatan kolaborasi dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat. Hal ini disampaikan usai menggelar pertemuan strategis dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) guna mempercepat capaian Program 3 Juta Rumah yang menjadi prioritas nasional.
Sari menekankan bahwa keberhasilan program perumahan sangat bergantung pada fondasi kebijakan yang kuat, yakni basis data yang terintegrasi dan akurat.
Menurut Sari, akurasi data akan sangat berpengaruh terhadap efisiensi alokasi anggaran negara di sektor perumahan. Dengan data yang valid, bantuan pemerintah diharapkan tidak salah sasaran dan benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan.
“Dengan basis data yang dipantau secara baik, manfaat nyata bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sari dalam keterangan resminya, Senin (23/2/2026).
Politisi dari Daerah Pemilihan Lombok, NTB ini juga menyebutkan bahwa kolaborasi lintas instansi, terutama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), menjadi langkah krusial.
Sinergi ini diperlukan untuk memastikan program menyentuh keluarga berpenghasilan rendah (MBR) serta kelompok rentan secara transparan dan akuntabel.
Dukungan Parlemen dan Sinergi Lintas Sektor
Sari Yuliati menegaskan bahwa dukungan dari berbagai pihak, mulai dari parlemen, dunia usaha, hingga masyarakat, adalah kunci dalam mewujudkan kesejahteraan melalui papan atau hunian.
Pendekatan berbasis data ini dinilai sejalan dengan semangat transparansi dalam pengelolaan fiskal negara. Sari optimistis bahwa dengan kerja sama yang solid, target hunian layak bagi seluruh rakyat Indonesia dapat segera terealisasi.
“Mari kita dukung sinergi pemerintah dan DPR dalam mewujudkan hunian layak bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan kerja sama yang kuat, dukungan parlemen, pemanfaatan data yang tepat, serta keterlibatan dunia usaha dan masyarakat, harapan akan rumah layak bukan lagi sekadar cita-cita, tetapi langkah nyata menuju kesejahteraan bersama,” katanya.
Langkah ini diharapkan menjadi katalisator bagi kementerian terkait untuk segera melakukan sinkronisasi data lapangan agar pembangunan rumah rakyat dapat berjalan lebih masif dan terukur di seluruh wilayah Indonesia.



