
Bahlil Lahadalia Soroti 20 Ribu Lebih Sumur Tua Menganggur, Siap Diintervensi Teknologi
Share your love
LKI Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyoroti masih banyaknya sumur minyak tua yang belum beroperasi optimal sebagai salah satu penyebab produksi migas nasional belum maksimal.
Dalam Sidang Pleno XVIII Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/2/2026), Bahlil menyebut revitalisasi sumur tua menjadi langkah krusial menuju swasembada energi.
“Sumur-sumur tua ini mau tidak mau kami harus intervensi lewat teknologi. Tidak ada cara lain dari total 39.000 sumur sampai 40.000 sumur kita itu yang beroperasi hanya 17.000 sampai 18.000 sumur. Selebihnya idle weld karena udah tua nah ini kami kerja samakan,” kata Bahlil pada Kamis (19/2/2026).
Bahlil menegaskan, tanpa terobosan konkret, target swasembada energi hanya akan menjadi wacana.
Ketergantungan terhadap impor, menurutnya, terjadi karena belum optimalnya pemanfaatan potensi dalam negeri.
“Jangan pernah kita bermimpi akan menjadi swasembada energi kalau tidak kita melakukan terobosan. Dan para impor (energi) ini adalah yang mendapatkan manfaat dari ketidakmampuan kita untuk bagaimana mendorong swasembada,”jelas Bahlil.
Selain intervensi teknologi pada sumur tua, pemerintah juga akan mempercepat pelaksanaan sumur yang telah masuk dalam plan of development (POD).
Kementerian ESDM bahkan berencana membuka tender 110 blok minyak dan gas (migas) baru guna memperkuat produksi nasional.
Bahlil menekankan bahwa percepatan eksekusi proyek, pemanfaatan teknologi, serta kemitraan strategis dengan sektor swasta menjadi kunci agar sumur-sumur yang selama ini menganggur dapat kembali produktif dan berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional.
Revitalisasi sumur tua dinilai menjadi salah satu strategi cepat untuk meningkatkan lifting migas, sembari menunggu eksplorasi dan pengembangan blok-blok baru berjalan optimal.


