
Mantap! Survei 80,5 Persen Masyarakat NTT Puas dengan Kinerja Gubernur Melki Laka Lena
Share your love
LKI Golkar – Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan terima kasih kepada Voxpol Center Research and Consulting yang telah melakukan survei dengan hasil yang menyatakan tingkat kepuasan rakyat NTT terhadap Pemprov NTT mencapai 80,5 persen.
Menurut Gubernur NTT, hasil survei yang telah dilakukan tersebut, sebagai cerminan bagi Pemprov dan menjadi rekomendasi untuk pembenahan program pembangunan di NTT.
“Terima kasih kepada Voxpol Center Research and Consulting sebagai lembaga dengan kredibilitas baik yang melakukan survei ini. Kami harapkan survei ini menjadi cerminan agar dapat menjadi rekomendasi untuk pembenahan pembangunan serta dapat menjadi masukan serta pembelajaran bagi kami untuk pembangunan ke depan,” ungkap Gubernur NTT di Sofyan Hotel Cut Meutia, Jakarta, Jumat (13/2/2026) malam.
Hadir dalam diskusi itu, 30 jurnalis media cetak dan online nasional, 20 orang mahasiswa serta Diaspora NTT, Ketua KADIN NTT Bobby Liyanto, serta rombongan para pejabat Pemprov NTT.
“Kami juga mengapresiasi dukungan masyarakat selama satu tahun kepemimpinan saya bersama Wakil Gubernur di NTT, serta semua kritik dan saran yang diberikan. Hasil survei ini menjadi instrumen evaluasi yang objektif dalam mengukur efektivitas program prioritas selama satu tahun kepemimpinan. Kami tentunya membuka diri terhadap kritik dan masukan,” tambah Melki Laka Lena.
“Capaian tingkat kepuasan 80,5 persen ini bukanlah angka untuk berpuas diri, tetapi menjadi energi dan tanggung jawab moral bagi kami untuk bekerja lebih keras, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran. Pemerintah Provinsi NTT akan terus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Semuanya harus terukur dan berdampak bagi kesejahteraan,” tegasnya.
Selain itu, Gubernur NTT juga menjelaskan upaya pengentasan kemiskinan dan penanganan stunting.
”Angka kemiskinan NTT saat bulan Februari 2026 ini sudah turun menjadi 17,5% dibandingkan bulan Maret tahun 2025 lalu dengan 18,6%. Menurut saya penurunan ini menandakan penanganan kemiskinan sudah berada pada jalurnya,” ugkap NTT.
”Selain itu, untuk menangani kemiskinan, kita akan jalankan program bedah rumah bagi masyarakat miskin untuk tahun 2026 ini. Kemudian untuk penanganan stunting sudah dimulai dengan pola orang tua asuh untuk mendorong percepatan penurunan stunting,” kata dia.
Gubernur juga menjelaskan terkait dengan upaya pemberdayaan ekonomi UMKM masyarakat NTT dengan pengembangan Program OVOP (One Village, One Product atau satu desa satu produk unggulan) serta menghadirkan NTT Mart sebagai upaya menciptakan pasar dalam memuliakan produk-produk hasil kerja masyarakat lokal.
Gubernur juga menjelaskan terkait dengan upaya pemberdayaan ekonomi UMKM masyarakat NTT dengan pengembangan Program OVOP (One Village, One Product atau satu desa satu produk unggulan) serta menghadirkan NTT Mart sebagai upaya menciptakan pasar dalam memuliakan produk-produk hasil kerja masyarakat lokal.


