Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Bupati Subang: Prioritaskan Nyawa dan Pelayanan di RSUD, Profit Urutan Terakhir – lkipartaigolkar

Bupati Subang: Prioritaskan Nyawa dan Pelayanan di RSUD, Profit Urutan Terakhir

Share your love

LKI Golkar – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita (Kang Rey), memberikan arahan tegas dalam Rapat Evaluasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Subang Tahun Anggaran 2025. Dalam agenda yang digelar di Hotel Laska, Kamis (12/02/2026) tersebut, Kang Rey menekankan bahwa esensi utama dari RSUD adalah pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar mengejar keuntungan.

Bupati Reynaldy mengingatkan jajaran manajemen agar tidak terjebak dalam pola pikir komersial. Ia menegaskan bahwa fungsi sosial rumah sakit harus berada di garda terdepan.

“RSUD bukan sekadar tempat mencari laba, melainkan lembaga yang harus hadir sepenuhnya untuk melayani seluruh lapisan warga Subang,” ujar Kang Rey.

Ia memaparkan data okupansi tempat tidur RSUD yang mencapai lebih dari 80 persen, jauh melampaui rata-rata rumah sakit swasta yang berada di angka 43 persen. Tingginya angka ini membuktikan bahwa RSUD masih menjadi tumpuan utama masyarakat, sehingga kualitas pelayanan tidak boleh dikompromikan.

Menariknya, Kang Rey justru berharap tingkat keterisian RSUD bisa ditekan melalui penguatan peran Puskesmas. Ia menargetkan seluruh Puskesmas di Subang memiliki fasilitas rawat inap di akhir masa jabatannya agar penanganan medis tingkat pertama lebih optimal. Selain infrastruktur, kendala sumber daya manusia (SDM) menjadi sorotan.

Kang Rey mengungkapkan rencana strategis bersama Pemerintah Provinsi untuk membuka program beasiswa bagi calon dokter. Tujuannya untuk memastikan ketersediaan tenaga medis yang merata hingga ke tingkat Puskesmas, karena pada prinsipnya pembangunan fisik fasilitas kesehatan tidak akan berarti tanpa kehadiran tenaga ahli yang memadai.

Menutup arahannya, Kang Rey memberikan pesan pamungkas bagi seluruh manajemen rumah sakit.

“Mindset kita harus sama. Satu, dua, dan tiga adalah pelayanan. Urutan keempat baru bicara profit,” ujar Bupati Subang.

“Tidak boleh ada pasien yang ditolak, termasuk mereka yang status kepesertaan PBI-nya bermasalah,” tandasnya. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan prosesi pisah sambut dan penyerahan SK bagi Dewan Pengawas RSUD Subang periode 2025-2030.

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *