
Bahlil Soroti Ketimpangan Jumlah Anggota DPR antara Papua & Jawa
Share your love
LKI Golkar – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyoroti ketimpangan jumlah Anggota DPR RI antara Pulau Papua dan Pulau Jawa. Sebab, kata Bahlil, jumlah Anggota DPR RI dari Papua hanya 18 orang, sedangkan luas pulaunya tiga setengah kali lipat dari Pulau Jawa
“Luas wilayah Pulau Papua itu tiga setengah Pulau Jawa. Berapa anggota DPR dari Jawa? Jawa Barat 90. Iya, kan? Jawa Timur berapa? Piro (berapa) Mas Sarmuji? 87, (total) 190. Jawa Tengah? Oh banyak kali ya. Banten? Yogya?” kata Bahlil saat menyampaikan sambutan dalaam Pembukaan Training of Trainers Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/2/2026).
Pria yang menjabat Menteri ESDM ini menyebut penghitungan jumlah representasi Anggota DPR RI berdasarkan banyaknya jumlah penduduk tidak adil. Menurutnya, untuk menjaga NKRI, harus memenuhi asas keadilan termasuk di Papua.
“Makanya saya katakan, wilayah Papua itu, Kalimantan, kalau mau hitung jumlah penduduk Bang Agung, baru mau hitung berapa perwakilan dari DPR-nya, ya sudah, tidak adil kita,” ujar Bahlil.
Bahlil juga mengatakan Indonesia akan hancur di masa mendatang bila saat ini memperdebatkan keragamaan suku.
“Jadi, kalau hari ini, Bang Mekeng, bangsa ini masih memperdebatkan antara satu dari NTT, satu dari Sulawesi, satu dari Aceh, satu dari Papua, satu dari Maluku, dan satu dari Kalimantan, maka tunggu saatnya saja. Kehancuran itu akan datang,” tutur Bahlil.
Bahlil mengungkap toleransi benar-benar dijaga di kampungnya, Fakfak, Papua. Ia mengatakan perbedaan agama dalam satu keluarga hal yang biasa. Bahlil mengatakan Indonesia Timur termasuk NTT dan Papua, bisa menjadi tempat paling tepat untuk belajar tentang toleransi.
“Jadi, kadang-kadang saya selalu mengatakan bahwa kalau mau belajar tentang toleransi umat beragama, belajar tentang kebinekaan, mungkin kami dari Timur ini, mungkin juga bisa memberikan satu contoh. Di NTT pun saya yakin banyak begitu. Di Maluku, Pela Gandong,” tutur Bahlil.


