
Golkar Bali Dorong Kedai Kopi Lokal Masuk Gerai BUMN
Share your love
LKI Golkar – Ketua DPD I Golkar Bali Gede Sumarjaya Linggih (Demer) yang juga Anggota Komisi VI DPR RI mendorong kedai kopi yang merupakan UMKM lokal Bali bisa masuk di gerai BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Demer menegaskan, BUMN perlu memberikan kesempatan kepada kedai kopi lokal supaya bisa bersaing di pasar nasional maupun internasional.
“Saya sudah bicara dengan Kementerian BUMN agar kedai kopi lokal di Bali disiapkan gerai oleh BUMN. Misalnya di Bandara dan gerai milik BUMN lainnya, ini strategi untuk mengangkat UMKM lokal Bali. Mereka akan bisa menembus pasar internasional, maka BUMN harus menjadi agent of development,” ujar Demer di sela penutupan Golkar Denpasar Cup Tasters Championship, di Wantilan DPD I Golkar Bali, Jalan Surapati Nomor 9 Denpasar, Minggu (1/2) sore.
Menurut Demer, produk kopi Bali harus bisa bersaing dengan kopi negara lain. Kata dia, hal ini bisa menguatkan posisi Bali di dunia internasional. “Menguatkan petani, produk kopinya dan pengusahanya. Kopi Bali bisa mensubstitusi kopi impor yang mulai masuk ke Indonesia dan Bali,” tegas politisi yang mengaku mulai menekuni perkebunan kopi di desa kelahirannya Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng ini.
Ditegaskan Demer, saat ini ada trend usaha kopi yang menjamur di Bali. Ada 300 sampai 400 gerai lokal berdiri di Bali. Gerai ini menyambut fenomena Krama Bali, anak-anak muda yang menjadi penikmat kopi. “Jadi bisnis kopi ini sangat trend dan menjanjikan. Peminatnya meningkat, maka harus ada dukungan kepada usaha ini,” ujar mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali ini.
Menurut Demer, gerai kopi yang terus berkembang ini memberikan dampak positif untuk pertumbuhan ekonomi. “Penyerapan tenaga kerja, produksi petani yang terserap juga makin meningkat,” imbuh Demer.
Dari fenomena penikmat kopi yang semakin banyak, menurut Demer, Golkar Bali mengadakan Tasters Cup Championship, untuk menjaring penyaji kopi yang profesional. Bahkan sampai melibatkan panitia atau juri berkaliber internasional. “Saya sampaikan ke panitia agar jurinya benar-benar independen, sehingga tampil juara sejati, bukan juara abal-abal. Bukan menang karena hubungan teman. Jadi tujuan kami melaksanakan kompetisi ya mencari juara yang sesungguhnya,” tegas Demer.n nat


