Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Dipanggil Prabowo, Bahlil Diberi PR Soal Pendapatan dari Tambang – lkipartaigolkar

Dipanggil Prabowo, Bahlil Diberi PR Soal Pendapatan dari Tambang

Share your love

LKI Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku diminta Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan pendapatan negara dari sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba).

Hal tersebut diklaim menjadi salah satu arahan yang disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas bersama Menteri ESDM, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, hingga BPI Danantara semalam.

Menurut Bahlil, pemerintah bakal berusaha agar pengelolaan sumber daya alam semakin berorientasi terhadap penghasilan, tetapi tetap harus bijak terhadap pengusaha.

“Arahan bapak Presiden kepada kami, khususnya saya, Menteri ESDM, akan segera mencari formulasi yang tepat untuk kepentingan negara yang lebih baik,” kata Bahlil kepada awak media, di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (29/1/2026) malam.

“Karena orientasi pengelolaan negara [UUD 45] Pasal 33 dan 45 itu kan semuanya dikelola dengan baik untuk bagaimana mensejahterakan rakyat kita. Kita kan butuh pendapatan negara yang lebih baik untuk kesejahteraan rakyat,” lanjut dia.

Bahlil mengungkap salah satu aspek yang disinggung untuk meningkatkan pendapatan negara yakni dengan penerapan bea keluar (BK) batu bara. 

Akan tetapi, dia menyatakan BK batu bara tak terlalu dibahas secara detail dalam rapat tersebut.

“Plus minus, saya pikir tadi belum dibahas secara serius lah. Masih dalam diskusi-diskusi biasa,” papar dia.

Sekadar catatan, Kementerian ESDM menargetkan setoran penerimaan negara bukan pajak atau PNBP sektor minerba atau pertambangan mencapai Rp134 triliun tahun ini

Target itu naik 7,63% dari besaran PNBP sektor minerba sepanjang 2025 yang dipatok sebesar Rp124,5 triliun.

“[PNBP] minerba, Rp134 triliun something. Mudah-mudahan achieve,” kata Dirjen Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno kepada awak media di DPR, pekan lalu.

Tri meyakini target setoran PNBP Minerba itu bisa tercapai seiring dengan peningkatan pengawasan dan tata kelola pertambangan di Tanah Air.

Tri juga mengklaim pemangkasan produksi sejumlah komoditas Minerba pada tahun ini tidak memengaruhi setoran PNBP, alasannya harga komoditas justru terkerek.

Adapun, PNBP dari sektor ESDM–khususnya tambang atau minerba—sepanjang 2025 mencapai Rp138,37 triliun.

Realisasi tersebut setara dengan 108,56% di atas target Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun lalu yang senilai Rp127,44 triliun.

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *