Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Bahlil Lahadalia Tak Ingin Baterai Kendaraan Listrik Dipasok dari Impor – lkipartaigolkar

Bahlil Lahadalia Tak Ingin Baterai Kendaraan Listrik Dipasok dari Impor

Share your love

LKI Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkap kendaraan listrikmenjadi solusi dari impor bahan bakar minyak (BBM). Namun, dia enggan kalau pemenuhan baterai kendaraan listrik juga didapat dari luar negeri.

Mulanya Bahlil mengungkapkan kalau ada 120 juta kendaraan di Tanah Air yang menggunakan BBM. Bahkan, pasokan BBM-nya sebagian dapat dari impor

“Kita hari ini masih Impor bensin, kita motor kita itu ada 120 juta itu pakai bensin semuanya, mobil,” ungkap Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Beberapa cara yang ditempuh yakni dengan melakukan pengolahan BBM menjadi biodiesel dam bioetanol. Kemudian, melakukan konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik.

“Tidak ada cara lain, cara kita adalah bagaimana mengkonversi motor-motor listrik, motor menjadi motor listrik, mobil juga menjadi mobil listrik,” ungkapnya.

“Tapi kalau saya tanya mobil listrik dan motor listrik Itu baterainya dari luar itu Podo Wae (sama saja), jadi ini yang kita harapkan untuk betul-betul kita memanfaatkan potensi yang ada dalam negara kita untuk kita pakai dan memanfaatkan,” Bahlil Lahadalia menambahkan.

HYD Jadi Pengganti LG

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia memastikan proyek baterai kendaraan listrik kembali terlaksana. Proyek senilai USD 6 miliar atau sekitar Rp 100 triliun (kurs Rp 16.792) ini bakal dibangun tahun ini.

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Kerangka Kerja Sama Antara PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Industri Baterai Indonesia (IBI), dan konsorsium HYD. HYD merupakan konsorsium yang dipimpin Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd. (Huoayou) yang disebut menggantikan LG di proyek ini.

“Dulu LG, tapi kemudian LG-nya kita.., karena dia tidak terlalu cepat, maka kita ambil partner yang baru, dan hari ini kita tandatangani perjanjiannya,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026.

close

Dia menjelaskan, ini merupakan kelanjutan dari yang sebelumnya sudah berjalan pada proyek baterai kendaraan listrik 10 gigawatt (GW). Antam, IBI, dan HYD akan membangun proyek terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Ini dia akan membangun Procursor Cathode Battery Cell, dari hulu ke hilir. Nah, kapasitas pertama yang dia akan bangun adalah 20 gigawatt,” ucap dia.

HYD Investment Limited merupakan sebuah konsorsium dari Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd. dan EVE Energy Co., Ltd., serta PT Daaz Bara Lestari Tbk.

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *