
Wamendag Roro Tekankan Sinergi Promosi untuk Dongkrak Gim Lokal
Share your love
LKI Golkar – Kementerian Perdagangan menegaskan dukungannya terhadap penguatan industri gim nasional melalui perluasan akses pasar, baik domestik maupun internasional. Pesan itu disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri saat membuka LapakGaming Battle Arena Series 3 di Jakarta, Sabtu (24/1).
Dalam acara tersebut, Wamendag Roro hadir bersama Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam serta Direktur BUKA Group Victor Putra Lesmana yang turut memberikan sambutan.
Roro menjelaskan, dukungan Kemendag selama ini dilakukan lewat penguatan kanal promosi dan penjualan, antara lain kampanye Ayo Hari Game Indonesia (Hargai) pada 2024, partisipasi di Indonesian Games Week, hingga penguatan momentum belanja digital seperti Harbolnas 2025. Sementara untuk pasar luar negeri, Kemendag mendorong pemanfaatan jejaring perwakilan perdagangan RI di berbagai negara.
Menurutnya, upaya penguatan juga diarahkan pada penyediaan pasar khusus (captive market) serta kolaborasi promosi lintas kementerian dan platform digital. “Komitmen Kemendag untuk terus mendukung penguatan industri gim lokal juga dilakukan melalui penyediaan pasar khusus (captive market) serta sinergi promosi lintas kementerian dan platform. Dalam konteks perdagangan, gim merupakan komoditas kreatif yang mampu menggerakkan berbagai subsektor ekonomi, sekaligus membuka peluang ekspor berbasis kekayaan intelektual Indonesia,” ujar Roro.
Ia juga menilai gim bukan hanya produk hiburan, tetapi sumber kekayaan intelektual dengan rantai nilai ekonomi panjang. Monetisasi, kata Roro, tidak berhenti pada penjualan gim atau top up, melainkan dapat berkembang ke merchandise, komik, animasi, hingga kolaborasi dengan UMKM dan sektor ritel.
Dari sisi pasar, Roro memaparkan potensi Indonesia yang dinilai sangat besar. Nilai pasar gim nasional diperkirakan mencapai USD 2,5 miliar. Mengacu data Agate Whitepaper 2025, Indonesia berada di posisi ketiga dunia dari sisi jumlah unduhan gim, serta memiliki lebih dari 192 juta gamer atau sekitar 43 persen dari total pemain gim di Asia Tenggara.
Namun, ia menilai besarnya pasar belum sepenuhnya menjadi keuntungan bagi pengembang gim nasional karena dominasi gim asing masih kuat. Tantangan yang dihadapi pengembang lokal, lanjut Roro, lebih banyak berada pada keterbatasan akses etalase digital, visibilitas, distribusi, serta pengembangan mekanisme monetisasi yang sesuai karakter konsumen Indonesia.
Roro menyebut kegiatan seperti LapakGaming Battle Arena Series 3 penting untuk membangun infrastruktur pasar gim lokal mulai dari jejaring, eksposur produk, hingga memperkuat koneksi kreator, platform, dan konsumen. “Ke depan, tugas kita bersama bukan hanya menciptakan gim yang berkualitas, tetapi memastikan potensi pasar yang besar ini benar-benar terkonversi menjadi nilai ekonomi bagi pengembang gim nasional. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis industri dan ekosistem gim Indonesia akan tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing global,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kementerian Ekonomi Kreatif menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan acara sebagai ruang temu dan kolaborasi ekosistem gim nasional, termasuk fasilitasi Booth Games from Indonesia yang menampilkan 12 gim lokal hasil kurasi bersama.
Sementara BUKA Group menegaskan komitmennya mendorong ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan. Perwakilan Game Dev Jakarta, Jouza Muhammad Akbar Pahlawan, juga menyambut dukungan pemerintah dan platform digital, serta berharap dukungan diperluas hingga penyediaan fasilitas, ruang promosi, dan kebijakan yang berkelanjutan



