
Melki Laka Lena: Generasi Emas Harus Kuasai Teknologi dan Pegang Nilai Pancasila
Share your love
LKI Golkar – Generasi emas Indonesia di masa depan tidak cukup hanya unggul dalam penguasaan teknologi, tetapi juga harus berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila sebagai jati diri bangsa.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur NTT Melki Laka Lena saat menghadiri kegiatan Pembekalan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang IV Tahun Anggaran 2026 di Aula El Tari Kupang, Jumat (23/1/2026) pagi.
“Sesungguhnya, masa depan bangsa tidak ditentukan oleh seberapa cepat teknologi berkembang, tetapi oleh seberapa kuat karakter generasi mudanya,” tegas Gubernur Melki dalam sambutannya.
Menurutnya, Program KKRI merupakan langkah strategis Kementerian Pertahanan RI dalam membentuk generasi muda yang berkarakter kebangsaan, berdisiplin, memiliki wawasan bela negara, serta berjiwa pengabdian kepada bangsa dan negara.
Ia menyebutkan, di era digital saat ini generasi muda dihadapkan pada peluang besar sekaligus tantangan serius. Perkembangan teknologi informasi membuka akses luas terhadap ilmu pengetahuan dan jejaring global, namun di sisi lain juga membawa ancaman seperti penyebaran hoaks, pengaruh negatif media sosial, lunturnya nilai kebangsaan, serta menurunnya etika dan kedisiplinan.
“Oleh karena itu, pembinaan karakter, penguatan nilai kebangsaan, dan literasi digital harus berjalan beriringan agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa kehilangan jati diri bangsa,” ujar Melki.
Gubernur menilai KKRI sangat relevan dalam menyiapkan generasi emas yang unggul secara intelektual dan teknologi, namun tetap berakar pada nilai-nilai Pancasila.
Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang disiplin, berintegritas, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki rasa cinta tanah air dan tanggung jawab kebangsaan.
Melalui pembekalan tersebut, Gubernur Melki berharap para pelajar semakin memahami makna dan tujuan KKRI serta terdorong untuk berpartisipasi aktif dalam program pembinaan karakter kebangsaan.
Sementara itu, Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI, Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema, dalam arahannya menyampaikan bahwa KKRI merupakan program pembinaan karakter nasionalis bagi pelajar SMA dan SMK yang digagas oleh TNI.
Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sekaligus melatih kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama tim, dan semangat bela negara.
“Generasi saat ini sangat lekat dengan dunia digital. Tanpa pembinaan karakter, hal ini dapat berdampak pada kualitas sumber daya manusia. KKRI hadir untuk memperkuat karakter, iman, dan semangat juang pelajar sekaligus mendorong mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” jelasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda NTT, Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT, serta para siswa dan siswi dari SMA Giovani Kupang, SMAN 1 Kupang, SMAN 2 Kupang, SMPN 5 Kupang, SMKN 1 Kupang, dan Madrasah Aliyah Kupang.
Untuk diketahui, Program KKRI pertama kali dilaksanakan pada tahun 2025 dan ke depan akan diperluas ke seluruh Indonesia sebagai wadah strategis dalam menyiapkan kader bangsa yang tangguh, berintegritas, dan berjiwa kebangsaan.



