Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Wagub Gorontalo Dorong Konektivitas Udara-Laut dengan Sulut – lkipartaigolkar

Wagub Gorontalo Dorong Konektivitas Udara-Laut dengan Sulut

Share your love

LKI Golkar – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, secara tegas menyoroti urgensi memperkuat konektivitas transportasi udara dan laut antara Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Utara.

Pernyataan itu disampaikan wagub, saat menjadi peserta dalam Forum Diskusi Terumpun (FGD) Transformasi SULAMPUA yang digelar di Aula Gedung Keuangan Negara, Manado, Sulawesi Utara, Senin (19/1/2026).

Wagub mengatakan, kondisi akses transportasi antara Gorontalo dan Manado yang dinilai masih belum optimal, padahal jarak geografis keduanya relatif dekat.

Ia memberikan perbandingan nyata, di mana perjalanan darat memakan waktu cukup lama, sementara melalui jalur udara sebenarnya hanya membutuhkan sekitar 45 menit.

“Rute penerbangan langsung Gorontalo–Manado sebenarnya pernah dioperasikan, namun sayangnya belum berjalan secara konsisten karena sering terjadi pembatalan. Kondisi ini jelas berdampak luas, tidak hanya membatasi mobilitas masyarakat tetapi juga secara signifikan menghambat peluang pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata yang sangat mengandalkan aksesibilitas,” tegas Idah Syahidah.

Wagub meyakini bahwa konektivitas yang lancar dan andal akan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, khususnya dalam pengembangan pariwisata berkelas regional.

Gorontalo disebutnya memiliki aset wisata unggulan seperti keberadaan Hiu Paus (Whale Shark) di Botubarani, yang potensial untuk dikembangkan secara terintegrasi dengan destinasi wisata internasional di Manado, Sulawesi Utara.

Sinergi itu diharapkan dapat menciptakan paket wisata yang lebih menarik dan memperpanjang durasi kunjungan wisatawan.

Tidak hanya pariwisata, Idah juga memaparkan berbagai potensi investasi yang dapat didukung oleh konektivitas yang baik.

Ia mencontohkan, keberhasilan industri lokal Gorontalo, seperti pabrik tepung kelapa yang produknya telah diekspor hingga ke pasar Eropa.

Pemerintah Provinsi Gorontalo secara resmi membuka peluang seluas-luasnya bagi para investor untuk menanamkan modal dan mengembangkan berbagai usaha di daerah tersebut, dengan dukungan infrastruktur konektivitas yang memadai.

Idah menegaskan, FGD Transformasi SULAMPUA ini merupakan momentum strategis untuk menghidupkan dan memperkuat kembali sinergi antarprovinsi di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Gorontalo dan Sulawesi Utara, yang secara historis memiliki kedekatan wilayah, diharapkan dapat memimpin kolaborasi.

“Hal terpenting adalah menyamakan visi bersama bahwa penguatan konektivitas ini adalah kebutuhan mendesak bagi kemajuan kawasan, bukan sekadar kepentingan satu daerah saja. Tujuan kita bersama jelas, yakni menurunkan biaya logistik, meningkatkan konektivitas pariwisata, serta membangun kawasan ini menjadi gerbang logistik dan gerbang wisata utama Kawasan Timur Indonesia,” katanya.

Sebagai tindak lanjut konkret, Wakil Gubernur Gorontalo mendorong dibentuknya forum kerja sama resmi antar daerah melalui nota kesepahaman (MoU).

Kerja sama itu bertujuan menyelaraskan peran dan kebijakan masing-masing pemerintah daerah. Idah juga menekankan peran sentral bandara dan pelabuhan sebagai simpul penghubung utama.

Saat ini, Gorontalo telah memiliki delapan pelabuhan aktif dan telah menjalankan ekspor rutin berbagai komoditas, salah satunya jagung ke Filipina, yang menunjukkan potensi logistik yang dapat lebih dikembangkan dengan dukungan konektivitas yang lebih kuat.

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *