Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Ilham Pangestu Minta Bank Pemerintah Tangguhkan Kredit ASN Korban Bencana Aceh dan Sumatera – lkipartaigolkar

Ilham Pangestu Minta Bank Pemerintah Tangguhkan Kredit ASN Korban Bencana Aceh dan Sumatera

Share your love

LKI Golkar – Di tengah duka yang masih menyelimuti Tanah Rencong, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, suara empati datang dari Senayan.

Anggota DPR RI asal Aceh, Ilham Pangestu, meminta bank-bank pemerintah menunjukkan keberpihakan dan kemanusiaan dengan memberikan keringanan penangguhan kredit selama tiga bulan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumut dan Sumbar. 

Musibah yang datang tiba-tiba itu telah merenggut rasa aman banyak keluarga. Rumah rusak, harta benda hanyut, dan kehidupan sehari-hari berubah dalam sekejap. Dalam kondisi seperti ini, beban cicilan kredit yang tetap berjalan terasa kian mencekik.

“Mari kita ringankan beban saudara-saudara kita yang sedang menjalani musibah,” ujar Ilham Pangestu di Jakarta, Senin, 15 Desember 2025.

Menurut Ilham, Anggota Fraksi Partai Golkar, toleransi perbankan menjadi sangat penting agar para ASN korban bencana bisa fokus memulihkan keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya tanpa dihantui potongan kredit bulanan. Penangguhan sementara, tanpa pemotongan cicilan, adalah bentuk nyata kehadiran negara di saat rakyatnya terluka.

Ia menegaskan, kebijakan ini bukan semata soal administrasi keuangan, melainkan soal nurani dan empati. Bank-bank milik negara, kata Ilham, lahir dari dana rakyat dan sudah sepatutnya berdiri paling depan saat rakyat tertimpa musibah.

“Bencana ini bukan kehendak siapa pun. Saat rumah hanyut dan sawah rusak, yang dibutuhkan masyarakat adalah ruang bernapas, bukan tekanan tambahan,” ungkapnya.

Ilham berharap pemerintah pusat, Otoritas Jasa Keuangan, dan perbankan segera merespons permintaan ini secara cepat dan konkret. Bagi korban bencana di Aceh, keringanan kredit bukan hanya soal angka, tetapi tentang harapan untuk bangkit kembali, perlahan, dengan martabat yang tetap terjaga.

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *