
Prabowo Tekankan Pentingnya Hilirisasi Energi di Forum Akademisi, Ini Kata Bahlil
Share your love
LKI Golkar – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan materi kepada para akademisi mengenai kondisi energi, hilirisasi, serta situasi ekonomi dan ketahanan nasional dalam sebuah dialog di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa “Tadi Bapak Presiden memberikan penjelasan kepada semua pimpinan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.
Saya kebetulan mendampingi, Bapak Presiden menjelaskan tentang kondisi negara kita, kondisi ekonomi, kedaulatan pangan, termasuk membahas tentang hilirisasi dan energi ya,” usai mendampingi Prabowo dalam pertemuan tersebut.
Menurut Bahlil, pertemuan itu menjadi sarana komunikasi langsung antara Presiden dengan para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi untuk menyampaikan pandangan tentang penyelenggaraan negara serta tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini.
Ia menambahkan bahwa dalam taklimat tersebut juga dibahas berbagai hal penting, termasuk upaya menjaga keberlangsungan Indonesia di tengah dinamika geopolitik global saat ini.
Terkait kemungkinan perguruan tinggi terlibat dalam pengelolaan sumber daya tambang, Bahlil menyebutkan bahwa tidak ada pembahasan khusus tentang hal itu dalam forum tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa secara perundang-undangan perguruan tinggi dapat menerima manfaat dari pengelolaan tambang.
Senada dengan Bahlil, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa dalam taklimat tersebut Presiden juga membahas situasi geopolitik, kondisi ekonomi terkini, program unggulan pemerintah, serta swasembada pangan dan hilirisasi.
Airlangga turut menjelaskan bahwa pertemuan itu berupa taklimat tanpa sesi tanya jawab atau dialog interaktif.
Dalam kegiatan itu, Presiden Prabowo memberikan paparan kepada sekitar 1.200 guru besar, dekan, dan rektor yang berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa pertemuan dengan para guru besar ini menunjukkan perhatian Presiden terhadap sektor pendidikan serta menjadi momen bagi Kepala Negara untuk berbagi pandangan dan update tentang kondisi negara dan rencana besar ke depan.



