
Sekjen Sarmuji Tegaskan Pentingnya Wajah Partai Golkar di Dunia Digital dan Media Sosial
Share your love
LKI Golkar – Kinerja nyata partai politik di tengah masyarakat ternyata tidak lagi cukup untuk menjamin eksistensi dan citra positif di mata publik. Di era digital, ada satu wajah baru yang semakin menentukan penilaian masyarakat terhadap sebuah partai, yakni bagaimana partai tersebut hadir dan membangun reputasi di ruang digital.
Pandangan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Media, Digital, dan Semiloka Artificial Intelligence (AI) Partai Golkar yang digelar Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) DPP Partai Golkar di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Menurut Sarmuji yang juga Menteri Perindustrian (Menperin) ini, selama ini terdapat teori yang menyebutkan bahwa kualitas dan eksistensi partai politik dapat dilihat melalui tiga aspek utama. Pertama, wajah partai di hadapan publik, terutama melalui kinerja para kader yang menduduki jabatan legislatif dan eksekutif.
Kedua, wajah partai dalam pengelolaan organisasi. Atmosfer internal yang sehat, soliditas, dan tata kelola organisasi yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan partai.
Ketiga, wajah partai di tingkat akar rumput. Hal ini tercermin dari keaktifan kader dan pengurus dalam turun langsung ke masyarakat, menyerap aspirasi, serta menjalankan fungsi representasi politik.
Namun, Sarmuji menilai ketiga aspek tersebut kini perlu dilengkapi dengan satu dimensi baru, yakni wajah partai di dunia digital dan media sosial.
“Di era sekarang tiga poin saja tidak cukup. Di era sekarang perlu juga melihat wajah partai di dunia digital dan media sosial,” ujar Sarmuji.
Ia menjelaskan, perubahan lanskap komunikasi membuat kinerja politik tidak cukup hanya diwujudkan melalui aktivitas nyata di lapangan. Berbagai kegiatan dan kontribusi partai kepada masyarakat juga perlu dikomunikasikan secara efektif agar diketahui publik secara lebih luas.
Sarmuji mencontohkan, kegiatan sosial seperti membantu masyarakat dan membagikan sembako tentu memiliki manfaat langsung. Namun, apabila tidak dikomunikasikan melalui kanal informasi yang tepat, jangkauan informasi mengenai kegiatan tersebut menjadi terbatas.
“Di era sekarang ini, kinerja tidak cukup kinerja faktual saja. Mungkin kita membantu masyarakat, memberi sembako, tapi begitu tidak kita ekspos itu, maka yang menikmati hanya secuil saja,” ungkapnya.
Karena itu, Sarmuji menilai penyelenggaraan Rakornas Media, Digital, dan Semiloka AI Partai Golkar sangat relevan dengan dinamika politik dan perkembangan masyarakat saat ini.
Ia juga menyoroti karakteristik Generasi Z yang menjadi generasi pertama dengan identitas digital native. Sejak lahir, generasi ini telah terbiasa berinteraksi dengan teknologi digital dan menjadikan internet sebagai salah satu sumber utama untuk memperoleh informasi.
Perubahan perilaku tersebut, menurut Sarmuji, turut memengaruhi perkembangan politik global. Ia mencontohkan dinamika yang terjadi di Nepal, ketika generasi muda memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial dalam merespons situasi politik, termasuk dalam membentuk pandangan terhadap tokoh dan kepemimpinan.
Fenomena tersebut menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan mendasar dalam hubungan antara masyarakat, informasi, dan kekuasaan politik.
“Gen Z adalah generasi pertama yang digital native. Sejak lahir, Gen Z sudah akrab dengan dunia digital. Mencari informasi apa saja melalui dunia digital. Di dunia politik, ini sudah terjadi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sarmuji menegaskan bahwa transformasi digital Partai Golkar harus menjadi agenda berkelanjutan dan menjangkau seluruh tingkatan organisasi, termasuk hingga daerah.
Baginya, penguatan ekosistem digital tidak boleh berhenti di tingkat pusat. Seluruh jajaran Partai Golkar perlu memiliki pemahaman dan kemampuan yang memadai agar dapat merespons perubahan perilaku masyarakat serta perkembangan teknologi komunikasi.
“Sekali lagi, kita sedang membangun jembatan terhadap masa depan. Saya tidak akan pernah berhenti bicara tentang ekosistem digital, sampai ke daerah-daerah,” tegas Sarmuji.
Melalui Rakornas Media, Digital, dan Semiloka AI ini, Partai Golkar diharapkan semakin mampu membangun komunikasi politik yang adaptif, memperluas jangkauan informasi mengenai kerja-kerja organisasi, serta memperkuat kehadirannya di ruang digital sebagai bagian dari upaya mewujudkan partai politik modern.



