Komisi X DPR Adela Kanasya Soroti Peran Sanggar Seni dalam Regenerasi Kebudayaan - lkipartaigolkar

Komisi X DPR Adela Kanasya Soroti Peran Sanggar Seni dalam Regenerasi Kebudayaan

Share your love

LKI Golkar – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, dr. Adela Kanasya Adies menegaskan peran vital sanggar seni sebagai ruang strategis dalam menjaga denyut kelestarian sekaligus memastikan proses alih generasi kebudayaan Nusantara tetap berlanjut.

Adela memandang, sanggar seni tidak dapat direduksi hanya sebagai tempat latihan gerak dan instrumen semata, melainkan episentrum tempat nilai-nilai tradisi dirawat, dikembangkan, dan diwariskan kepada anak-anak muda.

Penegasan tersebut disampaikan Adela saat menghadiri perhelatan Semarak Budaya yang diinisiasi Kementerian Kebudayaan di Surabaya, Jawa Timur.

“Sanggar seni bukan sekadar tempat berlatih. Di sinilah proses regenerasi kebudayaan berlangsung. Anak-anak dan generasi muda belajar mengenal identitas budayanya, mengembangkan kreativitas, kemudian membawa kebudayaan itu tetap hidup mengikuti perkembangan zaman,” kata Adela dikutip, Jumat
(6/11/2026).

Legislator dari daerah pemilihan Jawa Timur ini menggarisbawahi bahwa pemajuan kebudayaan nasional tidak semestinya hanya bertumpu pada agenda seremonial atau festival-festival besar tahunan.

Menurutnya, komitmen pembinaan konsisten yang dikerjakan oleh komunitas akar rumput dan pengelola sanggar di daerah justru merupakan fondasi dasar dari ketahanan budaya bangsa.

“Mereka membutuhkan ruang untuk tampil, pembinaan yang terarah, jejaring, kolaborasi, serta kesempatan luas agar karya-karyanya semakin dikenal publik,” tuturnya.

Dalam perhelatan Semarak Budaya di Surabaya, sedikitnya lima sanggar seni unjuk kebolehan menampilkan koreografi tari tradisional dan karya kreasi baru.

Adela menilai, ruang panggung terbuka ini membuktikan bahwa tradisi leluhur bersifat dinamis dan adaptif terhadap kreativitas kaum muda tanpa kehilangan akar pakem aslinya.

“Tradisi harus kita jaga, tetapi pada saat yang sama kita harus memberikan ruang kepada generasi baru untuk berkreasi. Dengan cara itulah budaya akan terus hidup, berkembang, dan tetap dekat dengan masyarakat,” imbuhnya.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *