
Roby Kurniawan Perjuangkan Masyarakat Bintan Terima Kompensasi dari PLN Akibat Blackout Listrik 53 Jam
Share your love
LKI Golkar – Bupati Bintan Roby Kurniawan telah bertemu secara langsung ke pihak PT Pembangkitan
Listrik Negara (PLN).
Pertemuan itu dilakukan untuk memperjuangkan hak masyarakat Kabupaten Bintan akibat pemadaman listrik total atau blackout selama tiga hari atau 53 jam.
Dalam pertemuan itu, Roby membahas soal Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) PLN. Disitu Roby meminta kepada PLN soal jaminan pasokan listrik hingga Kompensasi TMP yang ditimbulkan akibat blackout.
“Kita sudah bertemu langsung pihak PLN. Disitu juga kita membahas persoalan-persoalan kelistrikan,” ujar Roby saat diwawancarai di Kijang Kota, Rabu (21/10/2026) kemarin.
Roby menjelaskan, ketika Kabupaten Bintan dilanda pemadaman listrik. Dia tidak tinggal diam melainkan bertemu dengan PLN secara langsung saat itu. Baik PLN di Tanjung Uban maupun PLN di Kijang.
Namun semua keputusan terkait permasalahan listrik tetap berada ditangan PLN. Meskipun demikian, perjuangan tidak hanya sampai disitu, dia mengajukan beberapa hal agar hak masyarakat selaku konsumen dapat dipenuhi.
“Ada beberapa hal yang diajukan. Termasuk kemandirian terkait listrik Kabupaten Bintan dan kompensasi kepada masyarakat Bintan yang terdampak akibat blackout,” jelasnya.
Soal kompensasi ini nantinya ada pembahasan lanjutan antara Pemkab Bintan dengan PLN Tanjungpinang.
Pastinya PLN akan memberikan kompensasi tersebut, namun bentuk kompensasinya seperti apa nantinya akan ditentukan oleh PLN sendiri.
“Ada beberapa opsi yang diberikan PLN soal kompensasi. Nanti kami akan lakukan audensi kembali terkait opsi-opsi kompensasinya,” sebutnya.
Antisipasi Blackout, Dua Planing Pasokan Listrik di Bintan
Pemkab Bintan juga mendorong agar ada pasokan listrik tersendiri bagi Kabupaten Bintan. Sehingga daerah ini tidak terjadi lagi blackout.
Ada dua solusi dalam mencegah agar Kabupaten Bintan tidak kembali terdampak blackout dari interkoneksi listrik Batam-Bintan.
Roby menambahkan ada rencana usulan pembangkit listrik tenaga cadangan yang memiliki daya 20-30 Mega Watt (MW). Sehingga jika terjadi blackout dari Kota Batam, Bintan tidak terdampak.
“Jangka pendek kita dorong ada back up pembangkit listrik tenaga cadangan. Jika terealisasi sudah bisa mengcover satu Kabupaten Bintan,” katanya.
Sementara planing lainnya dia mendorong agar kelistrikan di Kabupaten Bintan bisa mandiri. Yaitu memiliki pembangkit listrik sendiri karena hal itu penting untuk investasi.
Untuk membangun pembangkit listrik tersendiri di Kabupaten Bintan dipastikan akan menelan waktu panjang. Maka untuk sementara diharapkan PLN dapat merealisasikan pembangkit listrik cadangan di Tanjung Uban.
“Soal pembangkit listrik cadangan ini sangat diperlukan. Karena jika terjadi blackout lagi bisa segera teratasi,” ucapnya.



