
Bontang Prioritaskan Penanganan Banjir 2026, Bangun Dua Folder Didukung Dana Rp43 Miliar dari Pemprov Kaltim
Share your love
LKI Golkar – Pemerintah Kota Bontang menempatkan penanganan banjir sebagai agenda utama pembangunan pada tahun 2026. Fokus tersebut diwujudkan melalui pembangunan dua folder pengendali banjir di Tanjung Laut dan Kanaan, yang didukung pendanaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebesar Rp43 miliar.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, proyek pembangunan folder menjadi bagian dari upaya sistematis pemerintah kota untuk mengurangi genangan air yang selama ini kerap terjadi di sejumlah wilayah permukiman.
“Alhamdulillah, di tahun 2026 konsentrasi kita penanganan banjir. Kita juga mendapat bantuan dari keuangan Provinsi Kalimantan Timur sebesar Rp43 miliar untuk folder yang akan kita bangun, yaitu folder Tanjung Laut dan folder di Kanaan,” kata Neni di Samarinda, Jumat (9/1/2026).
Menurut dia, keberadaan folder tersebut diharapkan mampu menampung limpasan air hujan sebelum dialirkan secara bertahap, sehingga tekanan pada sistem drainase kota dapat dikurangi.
“Ini salah satu upaya kita untuk mengurai banjir ke folder-folder yang kita bangun,” ujarnya.
Neni menjelaskan, proyek ini telah melalui tahapan penting pada tahun sebelumnya. Pemerintah Kota Bontang, kata dia, telah menuntaskan proses pembebasan lahan, sehingga pembangunan fisik dapat dimulai pada tahun anggaran 2026.
“Kebetulan alhamdulillah tahun lalu kita sudah bebas lahannya, dan tahun ini masuk ke tahap pembangunan,” katanya.
Banjir menjadi persoalan yang berulang di Bontang, terutama saat curah hujan tinggi dan pasang air laut. Pertumbuhan kawasan terbangun dan terbatasnya ruang resapan turut memperbesar risiko genangan.
Pembangunan folder dinilai sebagai salah satu solusi struktural yang diharapkan dapat menekan dampak banjir, meskipun pemerintah daerah juga dituntut untuk terus membenahi sistem drainase dan menjaga kawasan resapan air.
Dengan dukungan pendanaan dari pemerintah provinsi dan dimulainya pembangunan folder pada 2026, Pemkot Bontang menargetkan pengurangan signifikan titik-titik banjir, sekaligus memperkuat ketahanan kota menghadapi perubahan iklim dan cuaca ekstrem.
”Targetnya jelas, mengurangi titik-titik banjir secara signifikan dan memperkuat ketahanan Kota Bontang terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem,” pungkasnya.



