
Golkar Sarankan Pengembangan Kawasan Layanan Kesehatan Baru di Jember
Share your love
LKI Golkar – Fraksi Golkar Amanah DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, meminta pemerintah daerah untuk mempertimbangkan pengembangan kawasan layanan kesehatan baru atau relokasi rumah sakit daerah agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap optimal dan berkelanjutan.
Saran ini didasarkan pada semakin banyaknya masyarakat Jember yang memanfaatkan fasilitas kesehatan pemerintah. “Ini membuat rumah sakit daerah menghadapi tantangan berupa peningkatan jumlah pasien, kebutuhan ruang rawat inap, kapasitas layanan medis, fasilitas penunjang, serta ketersediaan sumber daya manusia kesehatan,” kata Holil Asyari, juru bicara Fraksi Golkar Amanah dalam pandangan umum terhadap Rencana APBD Jember 2027.
Holil mengingatkan, keberhasilan pembangunan kesehatan bukan hanya soal pemberian akses berobat. “Namun juga memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, nyaman, dan berkualitas,” katanya.
Program Universal Health Coverage (UHC) dinilai Golkar sebagau bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan akses kesehatan kepada masyarakat.
“Namun keberhasilan program UHC juga harus diikuti dengan kesiapan sarana dan prasarana kesehatan. Ketika akses masyarakat semakin terbuka, maka konsekuensi yang harus diantisipasi adalah meningkatnya kebutuhan terhadap kapasitas pelayanan rumah sakit daerah,” kata Holil.
Kabupaten Jember memiliki tiga rimah sakit daerah, yakni RSD dr. Soebandi, RSD Balung, dan RSD Kalisat. “Ketiganya memiliki peran strategis dalam memperluas akses pelayanan kesehatan, sehingga perlu mendapatkan perhatian yang proporsional sesuai dengan karakteristik, kapasitas, dan kebutuhan pelayanan di masing-masing wilayah,” kata Holil
RSD dr. Soebandi memiliki posisi strategis sebagai rumah sakit rujukan daerah. RSD Balung memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat wilayah selatan Kabupaten Jember. Sementara itu RSD Kalisat mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat wilayah timur dan sekitarnya.
“Oleh karena itu, ketiga rumah sakit daerah tersebut harus terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas layanan, sarana prasarana, fasilitas penunjang, serta penguatan sumber daya manusia kesehatan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat.” kata Holil.
Bupati Muhammad Fawait sependapat tiga rumah sakit daerah di Jember harus terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas layanan, sarana dan prasarana, fasilitas penunjang, dan penguatan sumber daya manusia kesehatan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
SejakUHC diluncurkan pada 25 April 2025 hingga saat ini, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional sudah mencapai 99,56 persen dengan keaktifan peserta 80,14 persen. “Rumah sakit daerah dan puskesmas telah berupaya terus meningkatkan kualitas layanan bagi pasien, baik rawat jalan maupun rawat inap,” kata Fawait.
Salah satunya adalah dengan penambahan jumlah tempat tidur pasien dan pemenuhan SDM kesehatan sesuai standar serta layanan spesialistik dan subspesialistik. RSD dr. Soebandi saat ini berfokus pada optimalisasi pemanfaatan lahan melalui pengembangan dan pembangunan gedung secara vertikal, salah satunya berupa rencana pembangunan gedung rawat inap setinggi delapan lantai.
Cakupan layanan RSD Balung dengan jumlah penduduk berkisar di 1,4 juta penduduk membutuhkan peningkatan kapasitas layanan secara bertahap. Di dalam rencana induk pengembangan RSD Balung, ada pembangunan fisik sarana rumah sakit, saranan penunjang medis dan non medis, penambahan jumlah sumber daya manusia, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pengembangan tata kelola Rumah Sakit yang modern.
Peningkatan kapasitas layanan ini dilakukan secara bertahap menyesuaikan kapasitas RSD. Pengembangan bertahap dilakukan dengan mempertimbangkan keberlanjutan dan operasional RSD yang sudah berjalan agar tetap berjalan sebagaimana mestinya.



