
Menko Bahlil Pastikan BBM Subsidi Tak Naik Meski Harga Minyak Fluktuasi
Share your love
LKI Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan harga hingga akhir tahun ini di tengah fluktuasi harga minyak dunia.
Kepastian tersebut disampaikan usai pihaknya mengikuti rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto yang membahas arah kebijakan ekonomi dan pengelolaan energi nasional.
“Ya energi kita membahas tentang ketahanan energi kita. Kemudian harga energi yang semakin hari fluktuatif sekali, dinamis. Kemudian kepastian subsidi, dan kita dapat pastikan bahwa subsidi sampai dengan akhir tahun harga BBM tidak akan naik,” ujar Bahlil saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Langkah menjaga stabilitas harga energi ini diambil sebagai komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta menekan laju inflasi domestik.
Selain pembahasan mengenai BBM bersubsidi, rapat terbatas tersebut juga menyoroti penguatan infrastruktur energi nasional dan skema penyaluran subsidi agar tepat sasaran.
Pemerintah turut menegaskan bahwa program hilirisasi dan ketahanan energi tetap menjadi fondasi prioritas dalam menghadapi ketidakpastian kondisi geopolitik dunia.
Melansir CNBC International, harga minyak mentah Brent, parkir di level U$102,25 per barel pada penutupan perdagangan pekan lalu. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot US$1,76 menjadi US$91,11 per barel.
Sejalan dengan rencana pemerintah mempertahankan harga BBM Subsidi, pemerintah mulai mewaspadai dampak kenaikan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) terhadap defisit anggaran.
Berdasarkan catatan Bisnis, ICP dipatok sebesar US$89,43 per barel untuk periode Agustus 2026. Angka itu naik US$7,75 dibandingkan ICP Juli 2026 yang berada di level US$81,68 per barel.



