Bahlil Tegaskan Golkar Partai Terbuka, Bukan Milik Trah Keluarga atau Perusahaan - lkipartaigolkar

Bahlil Tegaskan Golkar Partai Terbuka, Bukan Milik Trah Keluarga atau Perusahaan

Share your love

LKI Golkar – Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan identitas Partai Golkar sebagai partai politik yang inklusif, terbuka, dan berakar kuat dari sejarah perjuangan rakyat Indonesia.

Penegasan itu disampaikan Bahlil dalam arahannya seusai melantik jajaran Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali yang dirangkaian dengan pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Bali masa bakti 2025–2030 di Monumen Gong Perdamaian Dunia, Desa Budaya Kertalangu, Kesiman Kertalangu, Denpasar, Sabtu (3/10/2026) malam.

Bahlil dalam kesempatan ini secara resmi melantik Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali. Di hadapan 1.400 kader dari tingkat desa hingga provinsi, Bahlil mengatakan, Golkar memiliki proses kelahiran yang berbeda dibandingkan dengan partai politik lainnya dimana pada awalnya, Golkar bukanlah partai politik, melainkan kekuatan politik bernama Golongan Karya. “Partai Golkar awalnya bukan partai. Dia adalah kekuatan politik yang namanya Golongan Karya,” katanya.

Lebih jauh Bahlil menjelaskan, gagasan pembentukan Golongan Karya tidak terlepas dari kondisi politik dan ekonomi Indonesia setelah Pemilu 1955. Menurutnya, kondisi tersebut mendorong para tokoh bangsa membangun wadah yang kemudian berkembang menjadi Sekretariat Bersama (Sekber) Golongan Karya.

Bahlil yang juga kini dipercaya oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi Menteri Koordinator  Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan catatan sejarah kelahiran Sekretariat Bersama (Sekber) Golkar pada era Bung Karno yang dibentuk oleh 97 organisasi yang menjadi bagian dari kekuatan tersebut. Unsurnya berasal dari berbagai kelompok masyarakat. 

Mulai petani, nelayan, guru, karyawan, organisasi kepemudaan, hingga unsur TNI dan Polri serta berbagai organisasi kemasyarakatan. Oleh karena itu, Bahlil menegaskan Golkar tidak dilahirkan oleh satu kelompok masyarakat tertentu.

“Saya ingin mengatakan bahwa Partai Golkar tidak dilahirkan oleh satu kelompok masyarakat tertentu, apalagi keluarga tertentu. Partai Golkar dilahirkan dari asli kandungan rakyat Indonesia,” beber Bahlil yang disambut tepuk tangan riuh para kader.

Selain itu, Bahlil secara lugas membedakan kultur kepemimpinan di Partai Golkar dengan partai politik lain di tanah air. Menurutnya, Golkar merupakan wadah perjuangan politik yang tidak menyandarkan legitimasi pada kepemilikan individu atau kelompok elite.

“Partai Golkar tidak dimiliki oleh saham keluarga tertentu, tidak juga dimiliki oleh perusahaan tertentu atau orang kaya tertentu. Partai Golkar adalah partai terbuka. Siapapun yang menjadi ketua umum Partai Golkar boleh, tidak perlu minta izin ke trah A, trah B, atau trah C,” tegasnya.

Atas dasar struktur demokratis tersebut, Bahlil menyerukan kepada generasi muda, khususnya Generasi Z dan Milenial, agar tidak ragu terjun ke dunia politik melalui partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Kita semua mempunyai trah yang sama dengan kedudukan yang sama. Setiap anggota mempunyai hak dan kedudukan yang sama di mata anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Untuk anak-anak muda, kalau mau menjadi seorang politisi dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat, Partai Golkar adalah salah satu partai terbuka,” ungkap Bahlil. 

Sementara, pelantikan pengurus Golkar se-Bali ini juga menjadi panggung yang memperlihatkan wajah Golkar Bali dari berbagai lapisan.Sebanyak 1.400 orang hadir, mulai dari pengurus tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi.

“Yang hadir 1.400 orang dari pengurus desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi,” kata Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer dalam sambutannya. 

 Antusiasme kader terlihat sejak rangkaian acara dimulai hingga berakhir. Mereka datang bukan hanya sebagai pengurus, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar partai yang ingin menyaksikan langsung momentum konsolidasi organisasi tersebut.

Pelantikan tidak hanya menjadi seremoni administratif. Ia berubah menjadi ruang perjumpaan kader dari berbagai tingkatan. Di sela-sela kegiatan, sejumlah pelaku UMKM juga mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk mereka dan stand-stand UMKM tampak ramai didatangi peserta.

Bagi para pelaku usaha, keramaian ribuan kader menjadi berkah tersendiri. Produk lokal mendapat panggung, sementara kegiatan politik memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil untuk ikut bergerak.

Demer yang juga Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali itu tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya melihat pelantikan akhirnya terlaksana dan dihadiri langsung Bahlil Lahadalia bersama Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji.

Kehadiran jajaran elite partai itu menjadi energi tersendiri bagi Golkar Bali. Secara tidak langsung, momentum tersebut juga turut dihadiri enam menteri Kabinet Presiden Prabowo yang merupakan kader Golkar.

Bagi Demer, kehadiran tokoh-tokoh tersebut membuat hari pelantikan terasa semakin istimewa.

“Rasa gembira di hari yang terang, hati juga terang,” kata Demer yang juga Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI itu. 

Di hadapan Bahlil, Demer juga menegaskan bahwa Golkar Bali memiliki kepengurusan yang solid dengan keterlibatan generasi muda yang cukup besar. Dalam komposisi Kepengurusan DPD Partai Golkar Provinsi Bali Periode 2025–2030 hasil perubahan, terdapat 108 pengurus.

Dari jumlah tersebut, 47 orang atau 43,52 persen berasal dari kalangan milenial dan Gen Z. Sementara keterwakilan perempuan mencapai 37 orang atau 34,26 persen.

Komposisi itu menunjukkan adanya penyegaran organisasi melalui masuknya lebih banyak generasi muda dan perempuan ke dalam struktur kepengurusan.

Bagi Golkar Bali, komposisi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi sekaligus menjawab kebutuhan zaman yang bergerak semakin cepat. “Golkar Bali solid, Tum. Ada 108 pengurus. Ada 47 Gen Z, 37 persen perempuan,” tegas Demer di hadapan Bahlil.

Namun Demer menyadari, jumlah kader yang besar juga berarti tidak seluruhnya dapat masuk dalam struktur kepengurusan.

“Karena lebih dari 100, ada kader tidak bisa masuk perahu lagi. Perahu Golkar ini harus melaju ke depan. Tidak boleh ada yang mendayung ke belakang,” ujarnya.

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi menyimpan pesan tentang arah perjalanan organisasi: menjaga kekompakan tanpa kehilangan keberanian untuk bergerak.

Empat kekuatan: orang, jaringan, digital dan logistik

Demer kemudian menyampaikan bahwa Golkar Bali berupaya mengikuti arahan DPP dalam memperkuat organisasi.

Ia menyebut sejumlah hal yang menjadi perhatian, mulai dari sumber daya manusia, jaringan, pembenahan manajemen berbasis digital hingga logistik. “Ikuti arahan DPP, ada orang, ada jaringan, manajemen perbaiki berbasis digital, ada logistik,” kata Demer.

Menurutnya, logistik merupakan salah satu unsur penting dalam kerja organisasi dan kegiatan politik. “Logistik ini kadang-kadang jadi penentu kemenangan. Logistik di Bali kurang, mohon dukungan DPP,” pungkasnya.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *