
Bupati Kuningan Bantah Ada Kerenggangan dengan Golkar
Share your love
LKI Golkar – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar membantah adanya kerenggangan hubungan dengan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kuningan, Asep Armala. Ia menyebut komunikasi keduanya hingga kini tetap intens dan berlangsung cair.
Dian mengatakan, hubungannya dengan Ketua DPD Golkar sudah terjalin jauh sebelum dirinya menjabat sebagai bupati. Saat menjadi Ketua KNPI pada 2008, ia mengaku mendapat dukungan dari keluarga besar Golkar.
“Saya kenal Pak Ketua DPD Golkar sudah sejak dulu. Sejak jadi Ketua KNPI tahun 2008, keluarga besar Golkar sudah mendukung saya,” kata Dian saat ngobrol santai bersama wartawan, di Teras Mahar, Jumat, 25 September 2026.
Dukungan itu, lanjut Dian, kembali diberikan saat dirinya mengikuti Pilkada. “Pas Pilkada juga mendukung secara all out,” ujarnya.
Menurut Dian, komunikasi dengan Ketua DPD Golkar saat ini masih berlangsung intensif. Pertemuan tidak hanya dilakukan di Kuningan, tetapi juga ketika keduanya berada di luar daerah. “Komunikasi saat ini juga sangat intens, tidak harus di Kuningan, tapi sering juga di luar kota,” katanya.
Dian menyebut isu mengenai kerenggangan hubungan sebagai dinamika dalam komunikasi antara pemerintah daerah dan partai politik. Ia menegaskan tidak ada jarak dalam hubungannya dengan Ketua DPD Golkar.
“Hubungan bupati dengan Ketua DPD Golkar tidak ada gap. Malah sering saling memberi pandangan dari persepsi masing-masing untuk suatu program,” ucapnya.
Komunikasi tersebut, kata Dian, tidak hanya dilakukan dengan Partai Golkar. Pemerintah Kabupaten Kuningan juga membangun komunikasi dengan jajaran partai politik lainnya.
“Ini dilakukan tidak dengan Ketua DPD Golkar saja, tapi juga dengan jajaran parpol lain juga kita lakukan,” ujarnya.
Dian mengatakan komunikasi politik dan birokrasi di lingkungan pemerintah daerah berjalan cair. Menurut dia, komunikasi terbuka diperlukan untuk menjaga hubungan antarpemangku kepentingan dalam pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, Dian juga mengapresiasi kegiatan ngobrol santai bersama wartawan. Ia berharap komunikasi dua arah antara pemerintah dan pers terus dibangun.
“Insan pers adalah jembatan informasi antara pemerintah dengan masyarakat. Keharmonisan adalah kunci dalam membangun daerah,” katanya.



