
Neni Dorong Pelatihan Vokasi Bontang Tersambung ke Dunia Kerja
Share your love
LKI Golkar – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mendorong pelatihan vokasi tidak sekadar menjadi ruang belajar dan penerbitan sertifikat, tetapi benar-benar menjadi pintu masuk warga menuju dunia kerja dan penghasilan.
Komitmen itu mengemuka dalam audiensi Pemerintah Kota Bontang bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kementerian Ketenagakerjaan Samarinda di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Rabu (16/9/2026).
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menekankan, program pelatihan harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata industri dan masyarakat.
Dengan begitu, keterampilan yang diperoleh peserta memiliki relevansi dengan peluang kerja yang tersedia. “Pelatihan harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan industri dan masyarakat, sehingga tidak berhenti pada sertifikat, tetapi membuka peluang kerja dan penghasilan,” tegas Neni.
BPVP Samarinda sendiri memiliki cakupan wilayah kerja Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara dengan target sebanyak 17.000 peserta.
Di Bontang, peluang tersebut akan dioptimalkan melalui pelibatan lembaga pelatihan lokal. Terdapat sekitar 400 jenis pelatihan vokasi yang dapat menjadi pilihan masyarakat.
Bidangnya cukup beragam, mulai dari pengelasan, teknisi listrik, servis pendingin ruangan, operator alat berat, teknologi digital, kuliner, kecantikan, konstruksi, hingga pariwisata dan hospitality.
Sasarannya juga tidak terbatas pada pencari kerja baru. Lulusan baru, generasi muda, perempuan, penyandang disabilitas, masyarakat rentan, pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga pelaku UMKM dapat memanfaatkan program tersebut.
Pemkot Bontang akan mendorong sekitar 40 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) maupun Ruang Pelatihan Kerja (RPK) lokal untuk mengambil bagian.
Pelibatan lembaga lokal dinilai penting agar pelatihan dapat lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus kondisi pasar kerja di Bontang.
Skemanya tidak berhenti setelah peserta menyelesaikan pelatihan. Peserta yang memenuhi ketentuan akan diarahkan mengikuti sertifikasi kompetensi yang diakui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Setelah memiliki kompetensi dan sertifikasi, peserta selanjutnya diarahkan masuk ke tahap job matching. Pemerintah menyiapkan koneksi dengan dunia kerja melalui Aplikasi Siap Kerja serta berbagai marketplace digital.
Dengan pola tersebut, proses pemberdayaan tenaga kerja diarahkan sejak awal berdasarkan pemetaan kebutuhan industri, dilanjutkan pelatihan, sertifikasi hingga penempatan kerja.
Pemerintah juga membahas pengembangan Talent Information Hub sebagai salah satu instrumen untuk mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan talenta yang tersedia. Fasilitas industri juga akan dimanfaatkan untuk memperluas ruang pembelajaran sekaligus peluang penyerapan tenaga kerja.
Selain sektor industri konvensional, pengembangan kompetensi juga diarahkan pada sektor ekonomi kreatif. Peningkatan kapasitas instruktur disiapkan untuk mendukung bidang musik, penyelenggaraan acara atau event, seni, pariwisata, dan bidang kreatif lainnya.
Bagi Pemkot Bontang, pola tersebut menjadi penting agar program pelatihan benar-benar menjawab persoalan ketenagakerjaan. Ukuran keberhasilannya bukan hanya berapa banyak warga yang mengikuti pelatihan atau menerima sertifikat, tetapi sejauh mana keterampilan tersebut dapat digunakan untuk bekerja maupun meningkatkan penghasilan.
Kolaborasi dengan BPVP Samarinda, LPK lokal, serta pelaku industri pun diarahkan untuk membangun rantai yang utuh dari kebutuhan tenaga kerja, pelatihan, sertifikasi, hingga penempatan.
Dengan demikian, peluang pelatihan vokasi gratis yang tersedia tidak hanya menjadi kesempatan memperoleh keahlian baru, tetapi juga diarahkan menjadi jalur yang lebih nyata bagi warga Bontang untuk masuk dan bertahan di pasar kerja.



