
Wakil Ketua Fraksi Golkar MPR: Demokrasi Indonesia Unik, Rakyat Sering Dijadikan Alat Politik
Share your love
LKI Golkar – Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Firman Soebagyo, menilai iklim politik Indonesia saat ini menunjukkan wajah yang “unik” dan perlu menjadi bahan renungan bersama.
Pernyataan itu disampaikan Firman saat ditanya awak media terkait dinamika politik nasional belakangan ini.
“Uniknya Indonesia ini, konon Pilpres sudah dipilih secara demokratis. Baru berjalan 1,5 tahun, sudah ada pihak-pihak yang membuat isu ingin melengserkan presiden terpilih. Dengan berbagai dalih: kesehatan lah, dan lain-lain,” ujar Firman.
Lebih lanjut, ia menyoroti pola komunikasi politik yang menurutnya sudah tidak lagi menunggu tahapan demokrasi 5 tahunan.
“Juga setiap saat, lawan-lawan politik sudah tidak sabar untuk menunggu pemilu 5 tahunan. Sudah memainkan buzzer-buzzer untuk membuat isu yang menjelek-jelekkan program pemerintah,” katanya sambil tertawa.
Bagi Firman, kondisi seperti ini menjadi pertanyaan besar tentang masa depan demokrasi dan kualitas kepemimpinan.
“Mbok ya sabar. Kalau seperti ini mau jadi pemimpin bagaimana? Rakyatnya yang selalu diperalat oleh calon pemimpin itu sendiri. Dan bagaimana ini bisa disebut negara yang demokratis?” tegasnya.
Firman mengajak semua elemen bangsa untuk kembali ke etika berpolitik yang sehat. Menurutnya, perbedaan boleh ada, kritik boleh jalan, tetapi harus di atas koridor konstitusi dan kepentingan rakyat, bukan kepentingan sesaat.
“Pemilu sudah selesai. Mari kita hormati hasil demokrasi. Kalau ada yang kurang, perbaiki lewat mekanisme yang ada. Jangan bikin gaduh. Rakyat butuh kerja nyata, bukan drama politik tiap hari,” tutupnya.



