ASN Pertanian Diminta Tidak Sekadar Hadir di Kantor, tapi Hadir untuk Petani - lkipartaigolkar

ASN Pertanian Diminta Tidak Sekadar Hadir di Kantor, tapi Hadir untuk Petani

Share your love

LKI Golkar –  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri meminta aparatur sipil negara di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB tidak sekadar hadir secara administratif, tetapi benar-benar hadir di tengah petani.

Pesan itu disampaikan Indah saat memimpin apel pagi di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Kamis, 3 September 2026. Ia didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah NTB Tri Budiprayitno.

Indah menilai Dinas Pertanian memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Karena itu, ASN dituntut memahami tugas dan fungsinya serta mampu menerjemahkan program pemerintah hingga ke tingkat petani.

“ASN harus hadir di tengah-tengah para petani yang membutuhkan bantuan,” kata Indah.

Ia juga menyoroti rendahnya kehadiran pegawai dalam apel pagi. Dari hampir 300 pegawai di lingkungan dinas tersebut, jumlah peserta apel dinilai masih rendah.

Menurut Indah, kondisi itu perlu menjadi bahan evaluasi, terutama karena 2026 telah memasuki penghujung triwulan ketiga. Ia meminta jajaran Dinas Pertanian meningkatkan disiplin dan semangat kerja.

Kepala BKD NTB Tri Budiprayitno dalam kesempatan yang sama membeberkan catatan disiplin ASN. Ia menyebut terdapat pegawai yang tercatat tidak masuk kerja hingga 93 hari. Sejumlah pegawai lainnya juga memiliki catatan ketidakhadiran hingga puluhan hari.

Tri mengingatkan pelanggaran disiplin ASN memiliki konsekuensi dan mekanisme penindakan secara berjenjang.

“Pelanggaran disiplin ASN memiliki konsekuensi bertingkat. Proses pembinaan dan penindakan juga menjadi tanggung jawab berjenjang, termasuk bagi pejabat yang tidak menanganinya,” ujarnya.

Ia juga meminta ASN menjauhi narkoba, judi online, dan pinjaman online. Menurut dia, persoalan tersebut berpotensi mengganggu kondisi ekonomi keluarga sekaligus berdampak pada kinerja pegawai.

Indah mengatakan organisasi yang sehat bukan organisasi yang hanya sibuk membanggakan prestasi. Kekurangan dan kelalaian, kata dia, harus dicatat untuk memperbaiki sistem.

“Jangan terjebak pada prestasi. Belajarlah mencatat apa saja kealpaan dan kekurangan kita. Kalau hanya terpaku pada prestasi, kita lupa memperbaiki sistem,” kata Indah.

Indah juga meminta ASN yang turun ke kabupaten, kota, hingga desa memiliki kemampuan komunikasi yang sesuai dengan karakter masyarakat setempat.

Ia mencontohkan petugas yang ditugaskan ke Sumbawa. Menurut Indah, setidaknya ada anggota tim yang memahami bahasa dan karakter masyarakat Sumbawa agar program pemerintah lebih mudah diterima.

“Kalau Bapak-Ibu turun ke Sumbawa, minimal ada yang bisa memahami bahasa Sumbawa. Ini penting agar program pemerintah diterima dengan baik,” ujarnya.

Indah jyga meminta seluruh pegawai membangun budaya kerja yang saling mengingatkan, mengisi, dan menguatkan.

“Mohon kita sama-sama saling mengingatkan, saling mengisi, saling menguatkan dan saling mendoakan. Terakhir, saling membahagiakan,” kata dia.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *