Menteri Bahlil: Fasilitas Migas Teluk Bintuni Berhasil Ditangani Dari Karhutla - lkipartaigolkar

Menteri Bahlil: Fasilitas Migas Teluk Bintuni Berhasil Ditangani Dari Karhutla

Share your love

LKI Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan fasilitas minyak dan gas bumi (migas) yang sempat terdampak oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, berhasil ditangani.

“Kebakaran kemarin yang hampir, ya, hampir. Itu bisa kami tangani itu di Bintuni, di BP. Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah itu bisa ditangani,” ujar Bahlil ketika dijumpai setelah Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.

Teluk Bintuni, Papua Barat merupakan lokasi dari Kilang LNG Tangguh, yang saat ini menjadi kilang gas alam cair terbesar di Indonesia. Kilang itu dioperasikan oleh perusahaan migas asal Inggris yakni BP bersama para mitra dan merupakan proyek strategis nasional.

“Di Bintuni itu, kalau kita terlambat, waduh. Tetapi Alhamdulillah, sudah bisa tertangani, ya,” ucap Bahlil.

Selain di Bintuni, Bahlil menyampaikan fasilitas ESDM lainnya yang berlokasi di wilayah-wilayah terdampak karhutla, seperti fasilitas migas di Kalimantan, terpantau aman dari karhutla.

“Kalau di Kalimantan itu clear,” kata Bahlil.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat melalui pengerahan satu unit helikopter water bombing yang secara kumulatif telah melaksanakan 69 kali penyiraman air.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, menjelaskan operasi water bombing dilakukan dalam dua pengerahan atau sortie pada Jumat (28/8).

Dari hasil pemadaman, jelas Berton, kedua lokasi sudah tidak ditemukan kobaran api, namun masih terpantau kepulan asap tipis sisa kebakaran. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya panas atau bara di bawah tutupan vegetasi, sehingga pemantauan dan penanganan secara berulang tetap diperlukan untuk mencegah api kembali berkembang.

Secara kumulatif, dukungan operasi udara BNPB di Teluk Bintuni telah mencapai tiga sortie dengan total 69 kali water bombing atau sekitar 69 ribu liter air.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *