
Rycko Menoza Desak Pemerintah Inventarisasi Guru dan Pelajar Jadi Korban Gempa NTT, Pastikan Bantuan dan Pemulihan Pendidikan Tepat Sasaran
Share your love
LKI Golkar – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Rycko Menoza.SZP, M.B.A mendesak pemerintah untuk segera menginventarisir para guru atau tenaga pendidik (tendik) dan pelajar yang menjadi korban benca alam gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Desakan itu disampaikan Rycko Menoza menyikapi dampak gempa yang melanda sejumlah wilayah di NTT pada 15 Agustus 2026.
“Saya menilai data yang akurat sangat penting untuk memastikan bantuan dan pemulihan pendidikan berjalan tepat sasaran,” kata Rycko Menoza, Kamis (20/8/2026).
“Pemerintah melalui Kemendikdasmen dan BNPB harus segera turun dan menginventarisir berapa jumlah guru, tendik, dan pelajar yang terdampak. Baik yang menjadi korban jiwa, luka, maupun yang kehilangan tempat tinggal dan sekolahnya rusak,” ujar politisi partai Golkar Dapil Lampung I kepada Kilau Lampung.
Menurut anggota Komisi X DPR RI yang membidangi Kemendikti itu, tanpa data yang jelas, penyaluran bantuan pendidikan, psikososial, dan pemulihan sarana belajar akan terhambat.
“Anak-anak kita tidak boleh kehilangan hak belajarnya terlalu lama. Guru dan tendik juga harus dipastikan keamanannya. Negara harus hadir di sini,” tegas Rycko.
“Memastikan keamanan juga hak belajar siswa tidak terhenti selama kondisi gempa susulan dan menampung disekolah aman atau menggunakan tenda,”tambah mantan Bupati Lampung Selatan ini.
Rycko juga meminta pemerintah menyiapkan skema khusus berupa sekolah darurat, bantuan perlengkapan belajar, serta trauma healing bagi peserta didik yang terdampak.
“Kita butuh gerak cepat. Inventarisasi ini jadi dasar untuk semua kebijakan lanjutan. Jangan sampai ada satu pun anak atau guru yang terlewat dari perhatian negara,” katanya.
Selain menyoroti soal pendataan jumlah korban terutama Tendik dan pelajar pasca bencana Gempa Bumi NTT, Rycko Menoza meminta pemerintah memperhatikan aspek revitalisasi pembangunan gedung sekolah agar tetap aman dari gempa.
“Untuk revitalisasi gedung sekolah kedepan diharapkan pembangunannya menggunakan konstruksi standard tahan gempa sehingga bangunan sekolah aman dari Gempa,”pungkasnya.
Sebelumnya, BMKG mencatat gempa dengan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026. Sejumlah sekolah dan sejumlah fasilitas umum serta rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan



