
Bahlil: ICP dan Harga Minyak Dunia Turun, Pertamax Cs Bisa Ikut Turun
Share your love
LKI Golkar – Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Green, dan Pertamax Turbo berpeluang mengalami penurunan apabila harga minyak mentah dunia ikut terkoreksi. Memteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan itu sesuai dengan aturan yang berlaku.
Pemerintah membuka peluang penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti perkembangan harga minyak global dan Indonesian Crude Price (ICP). Bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, pembahasan penyesuaian harga BBM dilakukan bahlil di Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.
Menurut Bahlil, harga BBM non-subsidi nantinya dapat bergerak mengikuti perubahan harga minyak dunia. Artinya, ketika harga minyak mentah mengalami penurunan, harga BBM nonsubsidi juga berpeluang disesuaikan lebih rendah.
“Ketika harga dunia itu turun, maka harga yang nonsubsidi pun bisa melakukan penyesuaian dengan harga dunia,” kata Bahlil kepada wartawan, dikutip, Rabu, 12 Agustus 2026.
Harga BBM non-subsidi juga dapat kembali mengalami kenaikan apabila harga minyak dunia meningkat. Pemerintah akan melakukan penyesuaian berdasarkan kondisi harga minyak mentah.
“Kalau turun ya turun, kalau naik ya terkoreksi juga untuk kenaikan,” ujar Bahlil.
Kondisi harga minyak dunia saat ini masih mengalami tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait kesepakatan damai serta pembukaan kembali Selat Hormuz turut memengaruhi sentimen pasar minyak global.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan dinaikkan. Bahlil menegaskan keputusan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya sama Pak Menteri bersepakat bahwa harga ICP dunia yang tidak menentu sampai sekarang, kami dua punya komitmen atas dasar perintah Pak Presiden bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik,” ucap Bahlil.
Namun, pemerintah berencana memperketat penyaluran BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran. Kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi berpotensi tidak lagi mendapatkan akses terhadap BBM bersubsidi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kelompok desil 9 dan 10 berpeluang diarahkan menggunakan BBM nonsubsidi seperti Pertamax. Pemerintah masih mempersiapkan sistem pembatasan dengan mempertimbangkan tingkat ekonomi masyarakat serta jenis kendaraan.
Dengan skema tersebut, harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya berpotensi turun ketika harga minyak mentah dunia mengalami penurunan, sementara harga BBM subsidi tetap dipertahankan dan penyalurannya akan dibuat lebih tepat sasaran.



