
Neni soal Outsourcing DLH Bontang Ditangkap Kasus Sabu; Gaji Sudah Setara UMK, Itu Namanya Tidak Bersyukur
Share your love
LKI Golkar – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada pekerja di lingkungan Pemerintah Kota Bontang yang terlibat
Penegasan itu disampaikan menyusul penangkapan seorang tenaga outsourcing Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam kasus peredaran sabu-sabu.
Menurut Neni, pemerintah telah memberikan kesempatan kerja dengan penghasilan yang layak kepada para tenaga outsourcing. Karena itu, keterlibatan pekerja dalam penyalahgunaan narkoba dinilai sebagai tindakan yang tidak bisa ditoleransi.
“Sudah dikasih ruang bekerja. Gaji tenaga outsourcing di Bontang sudah setara UMK. Itu namanya tidak bersyukur,” ujarnya.
Ia mengingatkan, mencari pekerjaan saat ini bukan perkara mudah. Karena itu, setiap pekerja diminta menjaga kepercayaan yang telah diberikan dengan tidak terlibat narkoba.
“Saya tidak memberi ampun kalau ada pekerja yang pakai narkoba, apalagi sampai mengedarkan,” tegasnya.
Terkait tindak lanjut terhadap tenaga outsourcing yang ditangkap tersebut, Neni mengatakan pemerintah masih akan melihat perkembangan penanganan kasusnya. Langkah yang diambil nantinya akan dikoordinasikan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan perusahaan penyedia tenaga kerja.
Selain itu, ia meminta perusahaan penyedia tenaga kerja memperketat proses rekrutmen dengan mewajibkan tes narkoba bagi calon pekerja.
Menurutnya, upaya pencegahan lebih efektif dilakukan sejak proses penerimaan dibandingkan pemeriksaan rutin setiap tahun yang membutuhkan biaya cukup besar. “Tes narkoba saat rekrutmen itu penting. Jangan sampai yang direkrut ternyata sudah terlibat penyalahgunaan narkotika,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Satresnarkoba Polres Bontang menangkap seorang pria berinisial SK (33) yang diduga bekerja di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang, Rabu (29/7/2026).
Ia diamankan di Jalan Durian Raya, Kelurahan Gunung Elai, sesaat setelah mengambil narkotika jenis sabu.
Kasatresnarkoba Polres Bontang AKP Larto mengatakan, SK bukan sosok baru bagi polisi. Berdasarkan hasil penyelidikan, namanya telah masuk dalam daftar Target Operasi (TO) Satresnarkoba sebelum akhirnya ditangkap.
“Kerja di DLH, Yang bersangkutan memang sudah masuk target operasi sering masuk aduan dan laporan. Saat dipastikan menguasai barang bukti, langsung kami lakukan penangkapan,” ujar Larto.



