Langkah Senyap Cen Sui Lan, Kunci Investasi Raksasa Tiongkok - lkipartaigolkar

Langkah Senyap Cen Sui Lan, Kunci Investasi Raksasa Tiongkok

Share your love

LKI Golkar – Diplomasi ekonomi Bupati Natuna Cen Sui Lan di Tiongkok berbuah manis. Selama hampir sepekan menyambangi Negeri Tirai Bambu, ia berhasil menggaet Kibing Group, perusahaan manufaktur kaca terbesar di dunia, untuk membangun pabrik hilirisasi silika di Natuna.

Langkah ini menjadi terobosan besar agar kekayaan alam Natuna tidak lagi dijual mentah.

Lawatan kerja yang berakhir 26 Juli 2026 itu dipusatkan di Dongshan dan Quanzhou, Provinsi Fujian. Di sana, Bupati Cen tidak hanya mempromosikan potensi unggulan Natuna di hadapan para investor, tapi juga menyaksikan langsung penandatanganan kerja sama strategis.

Momen kuncinya terjadi di Dongshan, Jumat pekan lalu. Disaksikan langsung oleh Bupati Cen dan Wakil Bupati Dongshan, PT Berkah Tambang Natuna – anak usaha Indonesia Group – meneken MoU dengan Kibing Group.

MoU ditandatangani Chairman Vendor Indonesia Group Cing Liang dan Presiden Direktur Kibing Group Liu Shi Tian.


“MoU ini adalah kerja sama membangun pabrik hilirisasi pasir silika di Natuna,” ujar Bupati Cen, Kamis (30/7/2026).
Bagi Cen, ini bukan sekadar pabrik. Ini adalah lompatan industri.

Selama ini pasir kuarsa atau silika Natuna yang melimpah lebih banyak keluar sebagai bahan mentah. Dengan hilirisasi, pabrik ini nantinya akan memproduksi produk bernilai tinggi: mulai dari kaca, wafer silikon, sel surya, hingga komponen semikonduktor.

“Kami ingin Natuna tidak hanya menjadi daerah penghasil bahan baku. Tetapi berkembang menjadi kawasan industri yang memiliki nilai tambah. Mampu menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing daerah. Karena itu, kami terus membuka ruang kerja sama dengan investor yang benar-benar memiliki komitmen membangun Natuna,” tegas Cen.

Tak Hanya Industri, Bawa Misi Budaya dan Sister City

Lawatan Cen Sui Lan tidak melulu soal industri. Di sela agenda, ia juga meresmikan Aroma Kelapa Indonesia, restoran bercita rasa Nusantara di Tiongkok. Kehadirannya bersama Konsul Jenderal RI di Guangzhou, Andalusi, dan Konsul Jenderal RI di Shanghai, Berliando, menjadi ajang diplomasi budaya yang manis.

Bupati perempuan pertama di Natuna itu juga memanfaatkan pertemuan dengan Konjen RI di Guangzhou untuk mematangkan rencana besar: Sister City antara Kabupaten Natuna dan Hainan.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi pintu masuk kerja sama yang lebih luas, dari perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, hingga sektor kelautan.

Seluruh hasil lawatan ini akan dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri sebagai bentuk sinergi pusat dan daerah untuk mempercepat investasi di wilayah tapal batas.

“Melalui diplomasi ekonomi ini, kami berharap semakin banyak investasi berkualitas yang masuk ke Natuna. Targetnya jelas: memperkuat pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, Cen menegaskan arah kepemimpinannya: menjadikan Natuna bukan hanya kuat secara geopolitik sebagai garda terdepan utara Indonesia, tapi juga diperhitungkan sebagai tujuan investasi baru di Asia Pasifik.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *