
Era Baru Kawasan Industri RI Dimulai, Menperin Agus Gumiwang Siapkan Insentif untuk Industri Hijau
Share your love
LKI Golkar – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) resmi meluncurkan Eco-Industrial Park Center (EIP Center) sebagai pusat transformasi kawasan industri hijau di Indonesia. Kehadiran pusat ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk mendorong kawasan industri yang lebih hemat energi, rendah emisi, berkelanjutan, sekaligus mampu menarik investasi hijau dari dalam dan luar negeri.
Peresmian EIP Center dilakukan di Gedung Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0, Jakarta, sebagai bagian dari implementasi Global Eco-Industrial Parks Programme II (GEIPP II) Indonesia, hasil kerja sama Kemenperin dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) yang didukung Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO).
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pembentukan EIP Center diharapkan menjadi pusat unggulan (center of excellence) yang mendampingi kawasan industri dalam melakukan transformasi menuju kawasan industri hijau.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Swiss melalui SECO dan UNIDO atas dukungannya dalam pembentukan EIP Center yang diharapkan menjadi center of excellence untuk memfasilitasi transformasi kawasan industri menuju Kawasan Industri Hijau,” ujar Agus dalam keterangannya.
Menurut Menperin Agus, pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi baru yang mewajibkan setiap kawasan industri memiliki peta jalan (roadmap) transformasi menuju kawasan industri hijau.
Kawasan industri yang berhasil memenuhi standar tersebut nantinya akan memperoleh insentif fiskal dan berbagai kemudahan khusus sebagai bentuk percepatan transformasi industri hijau nasional.
EIP Center akan memberikan layanan konsultasi teknis, pelatihan, pendampingan penyusunan roadmap, hingga pengembangan proyek percontohan kawasan industri hijau. Pusat ini juga akan memperkuat implementasi dekarbonisasi industri, ekonomi sirkular, simbiosis industri, serta praktik pembangunan industri berkelanjutan.
Untuk mendukung operasionalnya, Kemenperin membentuk Tim Teknis EIP Center yang melibatkan unsur Kemenperin, UNIDO, dan Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI).
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Tri Supondy mengatakan, keberhasilan transformasi kawasan industri hijau memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, pengelola kawasan industri, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga mitra pembangunan.
“Saya berharap EIP Center tidak hanya menjadi pusat pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi, tetapi juga menjadi katalisator percepatan transformasi kawasan industri Indonesia menuju eco-industrial park yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” kata Tri.
EIP Center menempati area seluas 367,3 meter persegi di Gedung PIDI 4.0 dan dilengkapi ruang konsultasi, ruang tim teknis, area showcase, serta fasilitas pendukung lainnya.
Sementara itu, Perwakilan UNIDO untuk Indonesia, Filipina, dan Timor-Leste Marco Kamiya menilai pembentukan EIP Center menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam mengintegrasikan pertumbuhan industri dengan keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, EIP Center bukan sekadar fasilitas fisik, tetapi juga platform nasional untuk kolaborasi, inovasi, berbagi pengetahuan, dan penguatan kapasitas dalam pengembangan kawasan industri hijau.
Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Olivier Zehnder menambahkan bahwa Indonesia kini menjadi salah satu negara terdepan dalam penerapan konsep eco-industrial park melalui implementasi GEIPP.
Ia menilai pengalaman Indonesia telah memberikan pembelajaran penting bagi komunitas global mengenai bagaimana transformasi industri berkelanjutan dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi.
Melalui EIP Center, pemerintah berharap transformasi kawasan industri di berbagai daerah dapat berlangsung lebih cepat sehingga Indonesia mampu memperkuat daya saing manufaktur nasional, menarik investasi hijau yang lebih besar, serta mempercepat pencapaian target dekarbonisasi industri.



