Franciscus Sibarani Dorong Kekayaan Tradisional Ketapang Jadi Kekuatan Ekonomi Masyarakat - lkipartaigolkar

Franciscus Sibarani Dorong Kekayaan Tradisional Ketapang Jadi Kekuatan Ekonomi Masyarakat

Share your love

LKI Golkar – Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Franciscus Sibarani, mendorong agar pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dilanjutkan dengan pengembangan yang dapat memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Sibarani saat menghadiri penyerahan Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) bagi empat pengetahuan tradisional asal Kabupaten Ketapang, yakni Sate Ikan Gembung, Serondeng Ale-Ale, Es Jenurai, dan Jenjorong, pada Selasa (28/7).

Menurut Sibarani, kekayaan tradisional seperti Sate Ikan Gembung, Serondeng Ale-Ale, Es Jenurai, dan Jenjorong memiliki potensi untuk dikembangkan melalui penguatan UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

“Saya selalu berpandangan bahwa kekayaan budaya harus kita jaga, tetapi jangan berhenti hanya sebagai simbol. Kalau dikelola dengan baik, kekayaan tradisional dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Sibarani.

Ia mengatakan, pengakuan melalui pencatatan KIK harus menjadi titik awal untuk mengembangkan kekayaan tradisional secara lebih luas dengan tetap menjaga keaslian budaya dan masyarakat sebagai pemilik pengetahuan.

“Kita bisa mengembangkan kuliner lokal, memperkuat UMKM dan membuat UMKM kita naik kelas, menghubungkannya dengan pariwisata dan ekonomi kreatif, serta memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Sibarani menegaskan, pengembangan ekonomi berbasis kekayaan tradisional harus tetap menempatkan masyarakat sebagai pemilik dan penerima manfaat utama.

“Kalau kita bicara tentang Kekayaan Intelektual Komunal, maka pemiliknya adalah masyarakat. Maka manfaatnya juga harus kembali kepada masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku UMKM, pelaku budaya, dunia pendidikan, dan generasi muda.

Menurutnya, kekayaan tradisional tidak boleh hanya dilestarikan sebagai bagian dari masa lalu, tetapi juga harus dapat menjadi modal untuk membangun masa depan.

“Kita harus mulai dari sekarang. Kita catat. Kita lindungi. Kita lestarikan. Dan kalau bisa, kita kembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” pungkas Sibarani.

Ia menambahkan, menjaga budaya bukan berarti berhenti di masa lalu.

“Menjaga budaya berarti kita membawa warisan masa lalu untuk menjadi kekuatan di masa depan,” tutupnya.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *