Dave Laksono: Waspadai Dampak Konflik AS-Iran, Indonesia Konsisten Politik LN Bebas Aktif! - lkipartaigolkar

Dave Laksono: Waspadai Dampak Konflik AS-Iran, Indonesia Konsisten Politik LN Bebas Aktif!

Share your love

LKI Golkar – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengingatkan ancaman stabilitas di kawasan Timur Tengah, menyusul eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Situasi ini berpotensi meluas hingga menyeret negara-negara lain.

Menurut Dave, unjuk kekuatan militer ini dapat berdampak pada keamanan dan perekonomian global. “Konflik antara AS, Israel, dan Iran tidak kunjung reda, bahkan eskalasinya terus meningkat. Ini menjadi keprihatinan yang luar biasa karena berpotensi meluas secara regional bahkan global,” ujar Dave Laksono secara virtual dalam forum Dialektika Demokrasi bertema “AS-Iran Kembali Memanas, Seberapa Besar Ancamannya Bagi Stabilitas Dunia?” di Ruang Command Center, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7).

Dave menegaskan, Indonesia sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif dan memiliki posisi non-blok harus terus mendorong seluruh pihak menahan diri. Siklus serangan dan aksi balasan, kata dia, harus segera dihentikan melalui jalur diplomasi.

Politisi senior Partai Golkar ini mengatakan, penyelesaian konflik hanya dapat dicapai melalui dialog yang terbuka dengan tetap menghormati hukum internasional. Dia menilai, penggunaan kekuatan militer hanya akan memperpanjang konflik tanpa memberikan solusi yang berkelanjutan. 

“Penyelesaian yang paling tepat adalah menggunakan forum diplomasi, membuka ruang dialog, serta menghormati hukum internasional. Diplomasi tetap menjadi pilihan yang paling realistis untuk menciptakan perdamaian,” kata Dave.

Selain mendorong upaya perdamaian, Dave mengingatkan pemerintah agar menjalankan kewajiban konstitusional dalam memberikan perlindungan kepada WNI yang berada di kawasan konflik.

Pemerintah juga diminta menyiapkan langkah evakuasi, apabila kondisi keamanan semakin memburuk. Dave mengingatkan pula, Indonesia harus tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan menentukan sikap berdasarkan kepentingan nasional, penghormatan terhadap hukum internasional, dan komitmen terhadap perdamaian dunia.

Menurut Dave, Indonesia tidak perlu berpihak kepada kelompok tertentu, tetapi juga tidak boleh pasif. “Kita harus aktif mendorong penyelesaian konflik melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Gerakan Non-Blok, maupun hubungan bilateral dengan negara-negara yang terlibat,” ujar Dave.

Putra dari mantan Ketua DPR RI Agung Laksono ini mengatakan optimistis Indonesia masih memiliki ruang untuk berkontribusi dalam mendorong penyelesaian konflik melalui diplomasi dan mediasi yang dipercaya seluruh pihak. Menurutnya, gencatan senjata hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak memiliki kemauan politik untuk membuka dialog dan menerima mediator yang netral. 

“Diplomasi harus terus dikedepankan. Selama ada kemauan politik dari semua pihak dan tersedia mediator yang dipercaya, peluang untuk mewujudkan gencatan senjata dan perdamaian tetap terbuka,” kata Dave. 

Sementara Pengamat Hubungan Internasional Universitas Nasional (Unas), Hendra M. Saragih menilai, aksi saling balas serangan berpotensi menyeret negara-negara lain di kawasan Teluk dan mengganggu stabilitas dunia.

Hendra menambahkan, Iran memiliki kesiapan menghadapi konflik berkepanjangan. Lantaran didukung posisi geografis yang strategis serta kemampuan pertahanan yang telah teruji. “Jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi, potensi perang terbuka di kawasan masih sangat mungkin terjadi,” kata Hendra.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *